Page 347 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 347

326  Humatera mempunyai signifikansi baru di masa pandemi.
             Pandemi membuat banyak orang di rumah Kerjasama 59 kehilangan
             banyak peluang pekerjaan sehingga memasak makanan dengan
             memanfaatkan beragam hasil kebun terasa makin membantu
             kehidupan sehari-hari. Hasil kebun juga bisa dimanfaatkan untuk
             bahan memasak keperluan donasi makanan yang diorganisir oleh
             Pawon’e Arek-arek. Praktik memasak pun menjadi pintu masuk
               Untuk dibaca bersama
             untuk membebaskan makanan dari seperti apa yang dinyatakan
             Vandana Shiva sebagai komoditas yang menegasikan kekuatan tradisi
             pengetahuan perempuan.  Praktik memasak juga aktif dijadikan
                                   22
             sebagai cara untuk mereparasi hubungan dengan orang lain (lewat
             membangun dapur kolektif) dan alam (lewat berkebun).


             Rumah yang dipakai berkegiatan merupakan rumah dari orang tua
             Redi Murti, salah seorang penggerak utama Kerjasama 59. Hal tersebut
             mempermudah sebab mereka tidak perlu membayar uang sewa.
             Rumah itu bisa dianggap sebagai hibah, atau rejeki, yang berupa
             infrastruktur aktivitas organisasi. Rumah itu lantas berkembang
             menjadi semacam modal ekonomi, yang diperoleh lewat kepemilikan
             modal sosial yang kuat. Ia banyak digunakan oleh para penghuninya
             sebagai sarana untuk bertahan hidup atau, menurut istilah Redi,
             tempat untuk produktif bersama. Meskipun tidak ada kewajiban
             membayar sewa, para pengguna rumah tetap mengusahakan
             patungan semampunya untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran rutin
             seperti membayar listrik, internet dan air. Hal ini merupakan upaya
             paling minimal yang bisa dilakukan supaya rumah bisa berfungsi
             dan digunakan untuk beragam aktivitas, sekaligus berfungsi untuk
             menyatakan penghargaan para anggota atas niat baik keluarga Redi.


             Kewajiban membayar sewa rumah kontrakan kerap terasa sebagai
             beban berat bagi sebagian besar kolektif. Tidak semua kolektif
             mempunyai kemampuan finansial cukup untuk bisa memenuhi
             kewajiban tersebut. Kebebasan dari membayar kontrakan memberi


             22  Vandana Shiva, “Women and the Gendered Politics of Food,” dalam Philosophical Topics, Vol. 37, No. 2,
             Global Gender Justice (Fall 2009), hlm. 17-32.
             Seni Hidup:  Praktik Eksperimen Strategi Pertahanan Hidup Mandiri  dalam Ruang Seni Budaya Independen
   342   343   344   345   346   347   348   349   350   351   352