Page 384 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 384

global. Lewat program-programnya, mereka mencari terobosan-
              terobosan dalam persoalan kreatifitas, seni, komunitas, anak muda   363
              dan isu kota. Proyek seni di ruang publik menjadi strategi yang kerap
              mereka gencarkan untuk mengakali kurang memadainya infrastruktur
              ruang pamer yang ada di kota mereka. Beranggotakan 15 orang,
              Hysteria dikenal lewat proyek-proyek seni di bidang keterlibatan warga
              dalam proses perencanaan dan pembentukan kota (citizen urbanism),
               Untuk dibaca bersama
              seperti Peka Kota dan Tengok Bustaman. Bagi mereka, pertemanan
              dan kreativitas dalam menciptakan metode adalah sumber daya yang
              membuat mereka tetap eksis hingga sekarang, sekalipun tidak berada
              di “kota utama pusaran seni rupa” Indonesia. Hal ini terbukti dengan
              anugerah Trubus Kusala Award (2017) dan Youfab Award di Tokyo (2020)
              yang mereka terima. Sebagai kolektif yang dimulai dari zine, Hysteria
              mendaku diri sebagai pencetak serial zine terpanjang di Asia Tenggara.
              Mereka telah menerbitkan  99 edisi dalam kurun waktu 2004-2020.

                  Jalan Stonen No. 29, Bendan Ngisor, Gajahmungkur, Semarang,
              Jawa Tengah 50232
                  www.grobakhysteria.or.id        @Grobak.Hysteria
                  @grobakhysteria       @grobakhysteria        Kolektif Hysteria



              Ilubiung (Bandung, 2014)

              Forum ini berawal dari proyek seni Alfiah Rahdini, yang menggunakan
              metode partisipatif dan kolaboratif dengan para seniman lintas
              medium serta masyarakat di sebuah kawasan kampung kota. Namun,
              melihat adanya orang-orang dari berbagai latar belakang disiplin
              yang tertarik untuk terlibat, pada 2015 Ilubiung berubah bentuk
              menjadi sebuah forum. Hingga saat ini, Ilubiung memiliki anggota
              tetap sekitar 17 orang, dan anggota non-tetap kurang lebih 40 orang.
              Proyek-proyek mereka dikenal lewat uji cobanya terhadap model
              kurikulum seni sekolah negeri di Bandung, yang bertajuk Lembaga
              Pendidikan Gunakarya. Selain itu, lewat proyek Senirupa Dua Gunung,
              mereka mencoba menggali pemahaman seni di berbagai lapisan
              masyarakat. Saat ini mereka tengah mengelola perpustakaan mini,
   379   380   381   382   383   384   385   386   387   388   389