Page 165 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 165
144
Untuk dibaca bersama
Gambar 11-13. Ceramic Music Festival 2018.
Lokasi: Ex-Pabrik Gula Jatiwangi, Jawa Barat (2018).
Sumber: JaF.
Program yang bagus tetapi sesekali hanya akan menjadi monumen
dan kenang-kenangan, tapi program yang sudah berulang dan rutin
hanya akan jadi ritual, lalu tidak dirasakan kembali pentingnya. Suatu
ketika, saya sedang dalam posisi meminta surat rekomendasi kepada
Ade Darmawan, Direktur dan Pendiri ruangrupa. Beliau menulis, JaF
adalah Cultural Producer. Cultural Producer membuat dan mewujudkan
program secara rutin, terus menerus, hingga kemudian menjadi
peradaban, lalu melahirkan kebudayaan baru. Itulah sebabnya JaF
membuat program rutinnya selalu berakhir menjadi kesepakatan dan
kebutuhan bersama. Dari membicarakan tanah, perlahan tercetuslah
ide tentang musik keramik, hingga kemudian dibentuk band dengan
instrumen musik keramik beserta infrastrukturnya, sampai kemudian
melahirkan kebudayaan baru di Jatiwangi; musik keramik.
Forum 27an tidak hanya berhenti pada kesepakatan bersama untuk
menegaskan bahwa tanah sebagai bahan, lahan dan gagasan adalah
identitas Jatiwangi. Tantangan berikutnya adalah menjadikan
Jatiwangi sebagai Kota Terakota. Kebetulan, bahan-bahan baku yang
ada di daerah sini adalah tanah, yang akan terus mendukung dan
mencari bentuk kemungkinan-kemungkinan yang bisa dilakukan untuk
merencanakan sebuah kota. Bagaimana membuat orang-orang yang
datang segera mengerti apa yang sedang diupayakan, diproduksi dan
dituju oleh warga? Kita sudah berbicara tentang masa lalu dan hari ini,
Analisis Pengaruh Menemani Minum Teh terhadap Kebijakan Pemerintah, Istri, Keluarga dan
Handai Tolan Jatiwangi art Factory

