Page 169 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 169

148         ebagai pembuka, berbicara mengenai 20 tahun lebih
                     keberadaan Taring Padi sebagai sebuah kolektif
                     mengantarkan kami pada temuan ingatan dari masing-
             S masing individu yang terlibat, dan bagaimana nafas
             panjang pergerakan Taring Padi sebagai kolektif yang bergeliat
             dalam isu aktivisme terus diembuskan sebagai bentuk solidaritas
             di tengah keadaan sosial politik yang terus membuat rakyat
               Untuk dibaca bersama
             terengah-engah. Usia Taring Padi telah lebih dari 20 tahun. Apabila
             disejajarkan dengan umur manusia, Taring Padi sudah mengalami
             banyak dinamika dalam perjalanan hidupnya. Selama itu pula
             Taring Padi mengatur siasat. Rangkaian peristiwa itu menjadi
             rekam jejak keberlanjutan pergerakan kolektif yang selama lebih
             dari dua dekade ini telah merawat semangat solidaritas.

             Model Kerja Kolektif: Yang Dipertahankan dan
             Dipertanyakan
             Pergerakan Taring Padi pada akhir 90-an memiliki ‘daya tarik’ yang
             kemudian menjadi identitas karakter kolektif. Keadaan sosial politik
             di masa itu membuncahkan semangat Taring Padi untuk melawan
             penindasan. Lawan utamanya sudah jelas, hingga individu secara
             organik terpanggil untuk bergabung. Bergeser menuju tahun-tahun
             selanjutnya, keadaan sosial politik mengalami banyak perubahan.
             Tidak ada lagi lawan utama. Peristiwa-peristiwa dehumanisasi
             kian marak dengan lawan yang tersamar sehingga Taring Padi pun
             dihadapkan pada tantangan konsistensi visi dan kesetiaan individu
             dalam upayanya menjaga nyala solidaritas.

             Kolektif dan model kerja organik adalah hal yang tidak dapat
             dipisahkan dalam membicarakan pergerakan kolektif. Berbeda
             dengan model kerja lembaga yang terstruktur, maupun sanggar
             dengan model nyantrik kepada maestro, model kerja kolektif sering
             nir-hierarki. Individu silih berganti, datang dan pergi. Peristiwa ini
             menjadi tantangan bagi semua kolektif di setiap zaman. Siasat untuk
             mengatasinya kemudian dikembalikan pada tujuan dibentuknya
             kolektif. Visi Taring Padi adalah solidaritas kepada masyarakat

             Mengurai Ingatan: Memaknai Keberadaan Kolektif Taring Padi
   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174