Page 175 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 175

154











                          Gambar 5. Pameran Polyphony: Southeast Asia  sama







               Untuk dibaca ber


                 Lokasi: Art Museum of Nanjing University of the Arts-AMNUA (2020).
                                     Sumber: Taring Padi.

             Keberlanjutan gagasan aktivisme Taring Padi dalam kaitannya
             dengan perkembangan seni rupa kontemporer diperankan melalui
             volunteering dan jejaring yang dimilikinya. Ajakan-ajakan keterlibatan
             dalam berbagai pameran berasal dari relasi yang sudah dibangun
             serta kesepakatan dengan tema dan konsep kuratorial yang
             membicarakan tentang iklim demokrasi, kemanusiaan dan Hak Asasi
             Manusia. Konteks narasi yang dibawa Taring Padi dalam mengikuti
             perkembangan seni kontemporer pun tidak terlepas dari visi misi
             Taring Padi itu sendiri. Taring Padi selalu berpameran dengan ruang-
             ruang atau gerakan-gerakan yang juga memiliki kepedulian terhadap
             isu-isu aktivisme. Contohnya, saat pameran “Polyphony: Southeast
             Asia” di Art Museum of Nanjing University of the Arts (AMNUA) pada
             2020; dan “Democracy in Action” dalam Democracy Fest di Black Box,
             Publika, Kuala Lumpur, Malaysia pada 2019.

             Seni kontemporer dikatakan telah meluruhkan batas-batas sehingga
             memberi kesempatan pada pendekatan multidisiplin. Hal itu telah



             Mengurai Ingatan: Memaknai Keberadaan Kolektif Taring Padi
   170   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180