Page 178 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 178

terhenti dan tentu saja membutuhkan solusi. Dalam hal ini, Taring
              Padi belum memaksimalkan kemajuan teknologi sebagai alih media   157
              atau bagaimana kemudian berjejaring dengan gerakan aktivisme
              yang berbasis digital. Tentu saja hal tersebut bukan sebuah tuntutan,
              namun sebagai tantangan zaman yang perlu disiasati bersama. Selain
              itu, tantangan yang tak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah
              bagaimana Taring Padi sebagai kolektif aktivisme seni dengan nama
              besarnya tetap bisa berjalan beriringan dengan gerakan akar rumput
              sesuai dengan visi-misi yang diusungnya.


              Rangkaian peristiwa yang telah dialami Taring Padi sejak terbentuknya
              hingga saat catatan ini dituliskan akan selalu meninggalkan jejak.
              Harapannya kemudian adalah bagaimana pergerakan kolektif Taring
              Padi dapat dibaca melampaui narasi romantis kolektif seni (estetis),
              melainkan sebagai bentuk perjuangan, seperti yang dilakukan oleh
              kolektif petani, buruh, nelayan dan masyarakat. Keutamaan Taring
              Padi bukanlah terletak pada produksi artistik, melainkan pada
              gagasan aktivisme, dan bukannya nilai estetis, melainkan etis.

                 Untuk dibaca bersama

              Yogyakarta, 2020
























                                                                Ladija Triana Dewi
   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183