Page 211 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 211

190               encari alamat Lakoat.Kujawas di Mollo Utara,
                           Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara, tidaklah
                           sulit. Anak-anak muda akan menunjukkan arahnya
             M dengan senang hati. Terletak di atas sebuah bukit,
             “ruang bermain” Lakoat.Kujawas adalah sebuah pondokan kayu
             beratap ilalang yang dipenuhi dengan buku dan riuh suara anak-
             anak muda yang sedang berdiskusi. Di muka markas Lakoat.
               Untuk dibaca bersama
             Kujawas terhampar pemandangan wilayah Taman Nasional
             Gunung Mutis, gunung tertinggi dan keramat di Pulau Timor.  1


             Dicky Senda, pendiri Lakoat.Kujawas, segera keluar menyambut
             kami. Ia bilang baru saja menyelesaikan sebuah rangkaian lokakarya
             yang mempertemukan pegiat masyarakat adat dari Jawa Barat dan
             Filipina. Beberapa tahun belakangan, aktivitas Dicky dan anak-anak
             muda Mollo di kolektif seni Lakoat.Kujawas menarik perhatian banyak
             pihak karena dianggap sangat kontekstual dengan mengembangkan
             berbagai kegiatan dan narasi yang sesuai dengan budaya dan
             permasalahan sosial di desa tempat mereka tinggal.


             Saat obrolan berlanjut, Mama Fun, seorang anggota Lakoat.Kujawas,
             menghidangkan secangkir kopi panas dan sepiring penganan lokal
             yang terbuat dari jagung. “Kami banyak melakukan eksperimen kuliner
             dengan menggunakan sumber pangan lokal, karena isu kedaulatan
             pangan dan perubahan iklim adalah salah satu isu yang menjadi
             perhatian kami,” kata Dicky. Gerimis dan kabut mulai turun menjadi
             latar obrolan kami sore itu.

             Lakoat.Kujawas didirikan oleh Dicky Senda pada 2016. Ia juga dibantu
             oleh sejumlah anak muda Mollo dan SoE yang memilih pulang ke
             kampung halaman setelah merantau untuk sekolah atau bekerja ke
             luar daerah. Sebelum benar-benar pulang ke Mollo, Dicky menimba
             pengalaman dalam berbagai organisasi dan komunitas ketika
             berkuliah di Yogyakarta dan bekerja di Kupang. Pada awalnya Dicky


             1  Disarikan dari obrolan Berto Tukan dengan Dicky Senda dan kunjungan singkat yang dilakukan
             Ayos Purwoaji.
             Simbiosis Mutualisme Lakoat.Kujawas dan Mollo
   206   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216