Page 216 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 216
Simbiosis mutualisme pun terbentuk. Masyarakat Mollo mendapat
manfaat dari kegiatan-kegiatan Lakoat.Kujawas dan, demikian pula 195
sebaliknya, Lakoat.Kujawas mendapatkan inspirasi dari adat dan
pengetahuan yang masih dijaga oleh warga setempat. Hasil simbiosis
antara keduanya mampu meningkatkan sumber daya manusia di
Mollo dan juga menghasilkan beberapa produk kreatif yang dapat
mendukung keberlanjutan program Lakoat.Kujawas.
Untuk dibaca bersama
Dicky mengakui bahwa pandemi sempat berdampak pada
penyelenggaraan beberapa kegiatan Lakoat.Kujawas. Namun, itu
tak berarti mereka berhenti bergerak. Beberapa program belajar
bersama warga tetap dilakukan, seperti kelas menulis, diskusi dan
dokumentasi bersama tetua adat, serta eksperimentasi kuliner yang
menyenangkan. Beberapa kegiatan lain yang pernah dilakukan oleh
Lakoat.Kujawas adalah:
Program Skol Tamolok (Warga Bicara):
Melalui program ini warga berbagi pengalaman sehari-hari, misalnya
tentang pengelolaan sampah plastik. Kegiatan ini dimaksudkan seperti
ruang pendidikan alternatif bagi warga setempat, serta kerabat dari
luar, seperti para peneliti dari Kupang, pastor, dosen dan pegiat sosial.
Forum keluarga dengan anak disabilitas:
Dalam forum yang berlangsung sebulan dua kali ini para anggota
Lakoat.Kujawas mengajak keluarga-keluarga dengan anak
penyandang disabilitas untuk berdialog bersama. Ajang curah rasa
dan pikiran ini diharapkan bisa membangkitkan kepercayaan diri para
keluarga tersebut.
Lokakarya dan pameran fotografi Ketong Bisa 1 dan 2:
Sebuah wadah bagi remaja untuk mempelajari fotografi dan bercerita
tentang rumah masing-masing melalui medium ini. Karya-karya
yang dihasilkan, didukung hasil riset para peserta, dipamerkan
di kecamatan atau acara peringatan hari jadi Republik Indonesia.
Simbiosis Mutualisme Lakoat.Kujawas dan Mollo Berto Tukan & Ayos Purwoaji

