Page 215 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 215
194 buku serta pameran arsip dan fotografi.
Bertolak dari berbagai aktivitas tersebut,
Lakoat.Kujawas lantas berinisiatif
Lakoat.Kujawas untuk membuat program lain yang
menyebut jejaring berhubungan dengan penyelamatan
pangan lokal di wilayah Mollo. Program
hubungan yang itu adalah Mnahat Fe’u, sebuah festival
terjalin lewat panen dipadukan dengan ekowisata
Untuk dibaca bersama
aktivitas-aktivitas di bagi teman-teman dari luar Mollo. Kini
atas sebagai ekosistem Lakoat.Kujawas juga tengah menginisiasi
warga aktif. pembangunan laboratorium pangan dan
ruang arsip benih yang bertujuan untuk
melestarikan pangan masyarakat adat
Mollo dan mempromosikan kuliner lokal
secara inklusif.
Lakoat.Kujawas menyebut jejaring
hubungan yang terjalin lewat aktivitas-
aktivitas di atas sebagai ekosistem warga
aktif. Mereka membayangkan ekosistem
ini terdiri dari anak-anak muda pada
lapisan tengah. Sementara orang-orang
tua dan tokoh-tokoh adat ada di lapisan
dalam, gereja dan pemerintah desa
berada pada lapisan luar. Dalam skema
tersebut, anak-anak muda diposisikan
sebagai jembatan yang meneruskan
warisan masa lalu dengan kondisi dunia
saat ini yang berubah cepat. “Kami
mendorong anggota-anggota Lakoat.
Kujawas untuk pergi kuliah ke luar negeri,
untuk suatu saat kembali membangun
desa mereka sendiri,” kata Dicky.
Simbiosis Mutualisme Lakoat.Kujawas dan Mollo

