Page 241 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 241
220 Jika melihat program Pasirputih secara umum, kita bisa
menyimpulkan bahwa pada dasarnya program-program yang ada
di Pasirputih adalah ruang pendidikan alternatif bagi masyarakat
Pemenang dan Lombok Utara. Sebab, Pasirputih fokus pada persoalan
produksi dan distribusi pengetahuan.
Berajah Aksara, misalnya, adalah platform yang digagas sebagai
Untuk dibaca bersama
gerakan riset kolektif—untuk melihat potensi ruang dan peristiwa
massa—melalui pengarsipan dan pembacaan ulang terhadap realitas
masyarakat. Pembacaan tersebut tertuang dalam bentuk tulisan,
foto, video, dan peristiwa budaya, yang dibingkai melalui narasi-
narasi kecil warga untuk menghasilkan kebaruan gagasan dan bentuk.
Berajah Aksara memiliki platform online, www.berajahaksara.org, dan
di sinilah kami menuangkan tulisan, gagasan, dan pembacaan ulang
terhadap isu-isu sosial-kemasyarakatan.
Sama halnya dengan program Aksara Tani, yaitu program berbasis
pengetahuan pertanian, seni, dan literasi media. Dalam praktiknya,
program ini bekerja sama dengan warga lokal, mengelola lahan/tanah
pekarangan rumah untuk dijadikan kebun skala rumahan, kemudian
diberdayakan sebagai salah satu sarana ketahanan pangan masyarakat
lokal dan ruang untuk menggiatkan gerakan literasi pertanian. Sejak
dimulainya program ini pada 2017, kami mematangkan konsep
gerakan literasi pertanian. Alhasil, kami menginisiasi Sekolah Mendea,
semacam akademi yang menjadi ruang bagi anak muda untuk
mempelajari pertanian, seni, dan aktivisme. Intinya, kami mencoba
mencapai titik ketika kami bisa mengartikulasikan literasi pertanian
dengan lebih akademis dan menyusun kurikulum yang bisa diterapkan
tidak hanya di Pasirputih, namun juga dalam kurikulum sekolah
formal. Sebab, kami berpikir, dengan karut-marutnya kurikulum
pendidikan di Indonesia, kita memiliki peluang untuk masuk dan
menularkan gagasan kita pada generasi berikutnya.
Cerita dari Pasirputih

