Page 237 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 237
216 Tentu itu semua tidak cukup, sebab biaya menjalankan organisasi
ternyata tidak sedikit. Oleh karenanya, kami aktif membuat program-
program dan menawarkan program tersebut ke pemerintah. Satu-dua
proposal dapat didanai, namun lebih banyak lagi yang tidak direspon.
Saking capeknya, suatu ketika kami membuat instalasi proposal dalam
sebuah acara kesenian. Semua proposal yang sudah kami susun kami
gantung dan pajang menjadi satu instalasi.
Untuk dibaca bersama
Selain mengambil peran sebagai tukang rekam pernikahan dan bikin-
bikin proposal, kami juga sempat membuat usaha sablon. Lewat teman
yang lebih dahulu buka usaha sablon, kami belajar bagaimana cara
nyablon yang baik. Terlebih lagi pada 2012, kawan-kawan Serrum dari
Jakarta datang dan memberikan pelatihan sablon. Ternyata, usaha
sablon ini cukup lancar dan menjanjikan karena saat itu di Lombok
Utara anak-anak muda suka bikin baju kelompok. Sedikit banyak, dari
usaha sablon ini kami bisa menjalankan roda organisasi.
Sejak 2012 hingga 2018, Pasirputih masih belum memiliki pengelola
unit usaha yang stabil. Dana biasanya kami dapat dari program yang
kami ajukan ke berbagai pihak. Sementara itu, untuk menjalankan
roda organisasi, kami menyimpan sekian persen dari dana yang kami
dapatkan tersebut.
Namun sejak pertengahan 2019, kami memiliki Divisi Unit Usaha. Divisi
Unit Usaha kami dirikan untuk mencapai kemandirian berorganisasi.
Dari tabungan Pasirputih, kami memberikan modal kepada beberapa
sub unit usaha, Serba Bisa Advertising, Warung Tani, dan Dahrun
Kopi. Selain itu, melalui Divisi Unit Usaha ini, kami mencoba menjalin
kerjasama dengan perusahaan tertentu. Sampai saat ini, kami baru
bekerjasama dengan The This-Kon, sebuah usaha rumah inap di Gili
Meno. Kami menandatangani kontrak bersama yang berisi bahwa
setiap tahun The This-Kon akan memberikan sekian persen dari
pendapatannya untuk Pasirputih.
Cerita dari Pasirputih

