Page 250 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 250

padi, menandakan orientasi kosmologis yang menghubungkan “dunia
              atas” yang bersifat ilahiah dan sakral. 5                       229


              Di Kebudayaan Nusantara, lumbung sering dihubungkan dengan ranah
              domestik dan dunia keperempuanan; ia terkait erat dengan fungsi
              reproduksi dan kesuburan. Namun demikian, Waterson mengingatkan
              bahwa kita jangan sampai terjebak dalam pemahaman gender yang
               Untuk dibaca bersama
              berasal dari ide-ide Barat, yang menganggap ranah domestik sebagai
              bentuk subordinasi perempuan.  Ranah domestik pada lumbung
                                        6
              bukanlah bentuk pemisahan antara ruang domestik dengan ruang
              publik, namun lebih mengenai ikatan simbolis yang mendalam antara
              perempuan dan biji-bijian padi. Ikatan ini adalah cermin peran ekonomi
              dan produksi penting yang dimainkan oleh perempuan—berbeda dengan
              pembagian ruang gender ekonomi kapitalistik yang menempatkan ranah
              domestik perempuan di bawah dalam hierarki ruang publik, bahkan
              mengidentifikasinya sebagai ruang tanpa kekuasaan. Selain itu, dalam
              ranah domestik pada lumbung ini terdapat hubungan mendalam antara
              kesuburan pertanian dan perempuan, antara kapasitas perempuan
              sebagai pengasuh sumber kehidupan dengan pertanian sebagai sumber
              pangan. Maka, Waterson melanjutkan bahwa ada kesinambungan
              kesakralan dan kesucian, yang secara daya kuasa dijiwai dengan
              kekuatan vital, pada gagasan lumbung sebagai wilayah domestik
              perempuan, dalam konteks masyarakat berbasis rumah.   7

              Bertolak dari gagasan ini, rahim sebagai sumber kehidupan, tekan
              Waterson, berfungsi sebagai permulaan untuk jaringan yang lebih luas
              lagi tentang proses kehidupan dan reproduksi kelompok sosial, yang
              dengan sendirinya identik dengan rumah.


              Demikian halnya dengan kasus sopo, lumbung di Batak Toba, meskipun
              dalam hal ini lumbung diasosiasikan sebagai ranah laki-laki. Pada
              sopo, gudang loteng, tempat padi disimpan, dianggap sebagai ruang


               Brian Auersbach, “The House, The Rice and The Buffalo: Cosmological Perceptions in the Indigenous
              5
              Architecture of Austronesia,” dalam SPAFA Journal, Vol. 2 (2018).
               Waterson (2006), hlm. 232, 235.
              6
              7  Ibid, hlm. 237.
                                                                   Renal Rinoza
   245   246   247   248   249   250   251   252   253   254   255