Page 257 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 257
236 perempuan dan laki-laki, sementara sebagai pelanjut kehidupan,
lumbung membiakkan proses-proses reproduksi sosial masyarakat
seperti terwujud dalam bentuk kerja sama, gotong royong, proses
pengambilan keputusan, dan musyawarah—dan lebih penting lagi,
hubungan-hubungan yang sangat manusiawi di bawah lumbung.
Lumbung dan Bagaimana Agenda Keberlanjutan
Kolektif Seni di Indonesia ke Depan?
Untuk dibaca bersama
Berangkat dari pengalaman masing-masing kolektif dan atau
komunitas, seperti pengalaman di Gudskul Ekosistem, misalnya,
makna lumbung ditempatkan sebagai kerja-kerja kolaboratif,
pertukaran gagasan, berbagi waktu dan sumber daya, serta
penciptaan ruang bersama yang memungkinkan untuk membangun
ekosistem seni yang cakupannya diperluas. Praktik berkesenian
berlangsung di tengah-tengah masyarakat dan menjadi bagian tak
terpisahkan dari masyarakat itu sendiri. Praktik berkesenian seperti
ini adalah upaya dan respons atas kian beratnya tantangan yang akan
dihadapi ke depan—belum lagi dihadapkan pada situasi rentan dan
tak menentu. Oleh karena itu, di tengah situasi dan laju perubahan
yang kian cepat, ruangrupa, Serrum dan Grafis Huru Hara membangun
satu model baru medan jelajah berkesenian yang berangkat dari
“gagasan seni yang tengah melebar,” berupa sebuah ekosistem
yang bertolak dari gagasan “seluruh sumber daya—baik yang kasat
maupun tak kasat mata—ditabung dan disimpan”; yang terinspirasi
15
dari gagasan mengenai lumbung.
Namun dalam gagasan tersebut makna lumbung ditempatkan
sebagai kerja-kerja kolaboratif, pertukaran gagasan, berbagi
waktu dan sumber daya, serta penciptaan ruang bersama yang
memungkinkan untuk membangun ekosistem seni yang cakupannya
diperluas. Ekosistem yang didirikan oleh tiga kolektif seni ini dalam
perkembangannya bertransformasi menjadi GUDSKUL: Studi Kolektif
dan Ekosistem Seni Rupa Kontemporer. Dengan berlandaskan pada
nilai-nilai perkawanan, solidaritas, kesetaraan dan kebersamaan,
15 ruangrupa, Lumbung, Issue No. 1 (2020).
Lumbung: Berbagi Daya, Berbagi Kuasa

