Page 259 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 259

238  Dalam hal ini, Stavrides menekankan bahwa praktik-praktik yang ia
             sebut commoning ini berorientasi pada penciptaan ruang bersama
             sebagai bentuk strategi bertahan hidup kolektif dari kondisi yang
             rentan dan terancam.  Namun demikian, kemampuan bertahan hidup
                                19
             ini adalah batas-batas di mana kita menemukan bentuk solidaritas
             dan kesamaan ruang dari subyek yang berbeda-beda.

               Untuk dibaca bersama
             Oleh karena itu, agenda keberlanjutan kolektif seni ke depan
             sekiranya mengambil bentuknya dalam hubungan sosial timbal-
             balik dari masyarakat lumbung. Pengertian lumbung yang mewakili
             kebersamaan dan daya hidup akan tetap selalu berdenyut dengan
             pembagian daya dan kuasa yang saling bergantian dan bekerjasama
             di antara sesama “warga ekosistem” ataupun individu-individu yang
             menghidupi kolektif itu sendiri.

             Berangkat dari lumbung sebagai sumber kehidupan adalah pijakan
             awal untuk memperluas jaringan gagasan tentang proses kehidupan
             dan reproduksi kelompok sosial.  Dan, praktik-praktik ruang bersama
                                         20
             di ekosistem kolektif seni—dengan mengambil nilai-nilai lumbung—
             dapat terus hidup dan menjadi “inkubator bagi transformasi lebih
             luas”  di mana seni tidak terpisah dari kehidupan dan menjadi denyut
                  21
             kehidupan itu sendiri.



             Bogor, 2020
















             19  Stavros Stavrides, Common Space: The City as Commons (London: Zed Books, 2016).
               Waterson (2006), Hlm. 237.
             20
             21  ruangrupa (2020).
             Lumbung: Berbagi Daya, Berbagi Kuasa
   254   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264