Page 258 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 258

ekosistem Gudskul mendorong terciptanya kerja kolaboratif, lintas
              disiplin dan perluasan jejaring.                                237


              Sementara itu, kolektif lain seperti Kerjasama 59 di Surabaya, Jawa
              Timur, juga memiliki pengalaman berkesenian yang hidup di tengah-
              tengah masyarakatnya. Baru-baru ini, mereka tergerak membuat
              Pawon’e Arek-Arek, sebuah platform dapur umum kolektif yang
               Untuk dibaca bersama
              menyediakan makanan gratis siap santap bagi siapa saja yang
              membutuhkan di tengah-tengah pandemi COVID-19. Prakarsa ini
              didorong oleh semangat saling tolong-menolong, saling berbagi dan
              menguatkan rasa solidaritas terhadap sesama, yang digerakkan secara
              kolektif dan swadaya. Dalam pengertian ini, prakarsa Pawon’e Arek-
              Arek bisa diletakkan sebagai praktik the commons, yang menempatkan
              komunitas dalam pengertian oikonomia, yakni reproduksi manusia
              dalam rumah tangga sosial dan hubungan timbal-balik untuk
              menopang kelangsungan hidup bersama , terlebih pada saat momen-
                                                16
              momen kritis. Tentunya, sejumlah pengalaman dari masing-masing
              kolektif terbangun atas dasar hubungan yang setara, cair dan timbal
              balik—ia tidak dipertukarkan di luar batas logika pertukaran negara
              dan pasar.  Apa yang dipraktikkan oleh Gudskul Ekosistem, Kerjasama
                       17
              59 dan kolektif lainnya adalah apa yang oleh Hardt dan Negri sebut
              sebagai praktik multitude,  yaitu praktik di mana proses pengisian
                                    18
              ruang hidup bersama, saling berbagi sumber daya, komunikasi dan
              pertukaran gagasan dan barang berlangsung.

              Praktik multitude ini diproduksi dengan mempromosikan sebuah
              pertemuan yang menyenangkan—semisal budaya nongkrong atau
              cangkrukan—dan membawanya pada penciptaan tubuh sosial dengan
              kapasitasnya yang semakin diperbesar. Pembesaran spektrum
              kapasitas ini sedang terus dicoba oleh beragam kolektif dengan
              mewadahi beraneka ragam sumber daya untuk bisa tumbuh-kembang,
              bertahan hidup dan menjaga agenda keberlanjutan kolektif itu sendiri.


                Veronika Bennholdt-Thomsen, Maria Mies (2001), hlm. 997-1023.
              16
              17  David Harvey, Rebel Cities: From the Right to the City to the Revolution (London & New York: Verso, 2012).
              18  Michael Hardt, Antonio Negri, Multitude: War and Democracy in the Age of Empire (New York: The
              Penguin Press, 2004).
                                                                   Renal Rinoza
   253   254   255   256   257   258   259   260   261   262   263