Page 355 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 355

334  Lanskap Kolektif Seni Rupa di Bandung


                    ika dibandingkan dengan area kapital seni rupa lain,
                    seperti Jakarta dan Yogyakarta, Bandung terkesan tidak
                    memiliki banyak gerakan kolektif yang berkembang pesat
              J dan berpengaruh terhadap ekosistemnya. Di Bandung,
                    ekosistem seni rupanya lebih dikenal sebagai tempat
             tumbuhnya seniman-seniman berbasis studio yang bekerja secara
               Untuk dibaca bersama
             individual daripada melahirkan kolektif-kolektif yang secara
             signifikan mempengaruhi dinamika medan seni rupa.


             Semangat kolektif di Bandung jelas pernah dan masih ada; mereka
             lahir dan bertumbuh dalam berbagai bentuk atau jenis perkumpulan.
             Akan tetapi, tidak banyak yang memiliki usia panjang dan nama yang
             sejajar dengan barisan seniman-seniman yang meniti karir mereka
             secara individu. Seniman individual di Bandung dikenal lebih gampang
             ikut serta dalam pameran, art fair, biennale, dan sebagainya.  Dalam
             mengeksekusi karya dan menentukan arah karir, praktik seniman
             individual berbasis studio memungkinkan fleksibilitas yang lebih tinggi
             untuk beradaptasi dengan iklim pasar dengan cepat karena tingkat
             kompromi yang perlu dihadapi cenderung bisa dihadapi sendiri.
             Hal ini menyebabkan lahirnya banyak pandangan yang menyatakan
             bahwa berkolektif terbilang mustahil di Bandung jika tujuannya adalah
             memiliki karir di bidang seni rupa yang berkelanjutan dan memenuhi
             kebutuhan finansialnya.


             Tidak adanya kolektif seni yang berkelanjutan dan memberikan
             dampak luas bagi ekosistem seni rupa di Bandung membuat Bandung
             seperti memiliki missing link yang tak kunjung ditemukan atau mesias
             yang tak kunjung datang; seolah-olah, pada suatu hari akan ada
             kolektif yang sempurna dan bisa menyelesaikan segala rundungan
             dan berdaya guna bagi ekosistem seni di Bandung. Pertanyaan yang
             berulang kali muncul dalam obrolan santai maupun forum diskusi
             publik seni di Bandung adalah: Sistem atau pola kerja kolektif seperti
             apakah yang sesuai dengan lanskap seni di Bandung?

             Evaluasi Prematur: Koperasi Sebagai Model Kerja Kolektif di Bandung
   350   351   352   353   354   355   356   357   358   359   360