Page 358 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 358

Seputar 2011, lonjakan pasar seni rupa kontemporer mulai meredup
              dan aktivitas galeri-galeri komersial pun mulai berkurang. Seniman   337
              Bandung yang aktif selama boom pun perlahan-lahan frekuensi
              publikasi karyanya mulai menurun. Selama moment ini, praktisi
              seni rupa di Bandung seakan limbung ketika daya sokong dari
              pasar perlahan berkurang; pasar tidak dapat menjadi pondasi yang
              cukup kuat untuk menggantungkan perkembangan seni rupa secara
               Untuk dibaca bersama
              berkesinambungan dan konsisten.

              Selama periode pasca-boom inilah, para penggiat seni rupa Bandung
              perlahan-lahan mulai kembali menimbang persoalan pentingnya
              menciptakan medan seni yang lebih sehat dan mengedepankan
              pembicaraan mengenai wacana, regenerasi, dan ekosistem seni yang
              berkelanjutan. Kerja kolektif dengan format kerja seni di masyarakat,
              artist-run space, ataupun kelompok performans makin bermunculan
              dan diperhitungkan. Kolektif yang tumbuh pada masa pasca-boom
              seperti Ruang Gerilya, Omnispace, dan Ruang Tamblong menjadi
              spesimen yang bisa dilihat sebagai reaksi terhadap keadaan seni rupa
              di Bandung pasca-boom, dengan menciptakan ruang yang dijalankan
              oleh kelompok seniman untuk memfasilitasi kegiatan anggota dan
              pekerja seniman di sekitarnya. Di masa ini kolektif dari generasi yang
              lebih muda juga bermunculan dan wacana mengenai berkolektif
              semakin terangkat ke permukaan. Inisiatif seperti Ilubiung, Klub
              Remaja, Bandung Performance Art Forum, atau Pemuda Setempat,
              adalah beberapa contoh lain kolektif yang tumbuh di masa pasca-
              boom dan digawangi oleh seniman generasi baru (yang mungkin
              sebagian tidak mengalami langsung masa boom).

              Koperasi Rakarsa

              Sekitar 2018, salah satu dorongan terbentuknya Rakarsa berangkat
              dari asumsi bahwa penyebab dari sulitnya kolektif seni tumbuh di
              Bandung adalah tidak banyak kolektif seni yang akhirnya melembaga
              menjadi organisasi berbadan hukum, yang akhirnya menghambat
              tumbuh dan berkembangnya kolektif di Bandung karena sulit
              mendapatkan dana hibah dan kesempatan dari institusi pemerintah

                                                        Azizi Al Majid & Endira F. Julianda
   353   354   355   356   357   358   359   360   361   362   363