Page 396 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 396

Lifepatch (Yogyakarta, 2012)
              Kolektif lintas disiplin yang merambah seni, sains dan teknologi   375
              dengan menjadikan inisiatif warga sebagai landasan geraknya.
              Mengibarkan semangat DIY (Do It Yourself) dan DIWO (Do It With
              Others), Lifepatch mendorong publik untuk meneliti, mengkaji, dan
              mengembangkan sumber daya di sekitar mereka. Misi kebermanfaatan
              dipilih sebagai tujuan, dengan prinsip-prinsip kerja yang bersifat
               Untuk dibaca bersama
              kreatif, kolaboratif, interaktif dan terbuka. Tak heran jika program-
              program mereka bisa tergolong dalam ranah lingkungan hidup,
              teknologi pangan, agrikultur dan sosiologi. Jejaring sosial menjadi
              andalan dalam keberlangsungan kolektif ini, yang memang sudah
              malang-melintang di berbagai pameran, biennale, festival, seminar,
              simposium dan lain-lain. Jumlah anggota 11 orang membuatnya luwes
              dalam berwacana maupun berpraksis. Selain mengadakan lokakarya
              dan menggarap terbitan, Lifepatch juga aktif mengelola bengkel
              hardware yang difungsikan sebagai unit usaha.


                  Jalan Dr. Sutomo No. 696 (Belakang Museum Batik), Bausasran,
              Danurejan, Yogyakarta 55212
                  www.lifepatch.id        lifepatch        lfptch
                  lifepatch        lifepatchorg



              Omah Balong (Kuningan, 2019)
              Omah Balong adalah ruang alternatif yang dicita-citakan sebagai
              sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat yang menghargai
              lingkungan lokal. Berlokasi di luar jaringan seni kota-kota besar,
              Omah Balong hadir untuk memperlihatkan bahwa di wilayah mereka
              potensi setempat begitu besar dan layak diangkat serta dikembangkan
              lewat prakarsa-prakarsa warga. Lewat program Ruang Riung, mereka
              mewadahi berbagai aktivitas penciptaan dan apresiasi seni, sementara
              lewat Bertani Asik mereka merangkul ibu-ibu setempat untuk bercocok
              tanam bersama. Semangat komunal yang kuat ditandai dengan
              sumber daya pribadi secara patungan untuk menyelenggarakan
              berbagai acara. Digerakkan oleh sepasang suami-istri, Opik dan Ina,
   391   392   393   394   395   396   397   398   399   400   401