Page 391 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 391

370  Adapun sumber daya material adalah ruang, peralatan, dan lainnya.
             Sejauh ini, mereka melakukan usaha mandiri dalam rupa penjualan
             produk kreatif lokal dan produk dari jaringan komunitas. Untuk masa
             depan, mereka sedang mengupayakan berdirinya toko kreatif fisik,
             membuat kebun, dan menawarkan jasa penanganan seni sederhana.


                 Jalan Lingkar Utara, Kampung Jawa, Tanjung Harapan, Kota Solok,
               Untuk dibaca bersama
             Sumatera Barat 27321
                 www.gubuakkopi.id        gubuakkopisolok
                 gubuakkopi        Gubuakkopi        gubuakkopi




             Komunitas Pojok (Denpasar, 2000)
             Komunitas Pojok adalah komunitas mural dan street art yang rutin dua
             tahun sekali mengadakan Festival Mural Bali Yang Binal ini memang
             berupaya untuk terus berada di luar kotak pendefinisian. Menurut
             mereka, definisi mengerangkeng kebebasan personil-personilnya yang
             kini terdiri atas lima orang tersebut. Mereka percaya bahwa kebenaran
             hanyalah sebuah interpretasi pada suatu kondisi tertentu sehingga
             nilai-nilai kenormalan akan berbeda dalam tiap kondisi. Keberadaan
             dan keaktifan anggota adalah modal utama kolektif ini untuk terus
             bergerak. Sejauh ini usaha mandiri yang mereka lakukan adalah
             menjual merchandise dan membuat acara penggalangan dana untuk
             kegiatan yang akan mereka adakan.

                 Jalan WR. Supratman 218 Kesiman, Denpasar, Bali 80237
                 komunitas.pojok.7        the_pojoks



             Komunitas KAHE (Maumere, 2015)

             Pada Komunitas KAHE terhimpunlah seniman, peneliti, aktivis dan
             penulis. Mereka bekerja secara interdisipliner dengan pendekatan
             seni budaya. Komunitas KAHE menempatkan kesenian sebagai
             teropong untuk melihat dan merefleksikan fenomena-fenomena yang



             Direktori
   386   387   388   389   390   391   392   393   394   395   396