Page 77 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 77
56 Satu hal yang paling menarik bagi saya sebagai salah satu pendiri
perkumpulan ini sejak mula adalah bahwa dalam lima tahun pertama
Ladang Rupa mampu menyaring mereka yang benar-benar bermental
nekat dan tahan banting dan berhasil menarik anggota baru, yang
berniat nekat dan tahan banting juga. Kini, Ladang Rupa cukup ramai
oleh anggota yang datang dari berbagai latar belakang ilmu. Pada
saat ini, Ladang Rupa belum mampu membiayai hidupnya sendiri,
percaya apa yang kami tanam adalah yang akan kami tuai. Bukan ma
apalagi menunjang perekonomian teman-teman di dalamnya, dan itu
membuat saya heran, kok, bisa ada orang-orang seperti ini?
Untuk dibaca bersa
Kalau mau berfilosofi-ria, nama Ladang Rupa dipakai karena kami
sengaja juga jika kami melibatkan aktivitas bercocok tanam. Kebetulan
sekali, beberapa kali pindah rumah, kami punya lahan yang cukup bagus
untuk berkebun. Mental nekat dan tahan banting jugalah yang membuat
kami sanggup beberapa kali meneroka tempat yang penuh semak
belukar dan horor (kamu bisa membayangkan galeri dan kantor di
tengah hutan). Sejak 2015, kami sudah berpindah tempat empat kali, dan
entah kenapa hampir selalu berurusan dengan semak belukar. Proses
pindah rumah Ladang Rupa yang nyaris tiap tahun ini menyita sangat
banyak waktu untuk berbenah dan beradaptasi. Saat ini, Ladang Rupa
menempati gedung Balairung Sari, yang dulu digunakan organisasi
Bundo Kanduang Kota Bukittinggi dan telah 20 tahun kosong. Sudah tiga
bulan sejak tulisan ini disusun, Ladang Rupa masih berbenah di tempat
baru. Jika penasaran, kamu boleh nonton videonya di sini.
Bukittinggi, 2020
Alternatif Pendidikan Seni yang Nekat dan Tahan Banting

