Page 73 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 73
52 Kami melihat bahwa kebanyakan mahasiswa calon guru tidak
menyadari bagaimana seharusnya seni diposisikan dalam pendidikan
afektif itu. Dalam Pendidikan Seni untuk calon guru seni di kelas
perkuliahan, belum ada pemahaman mendasar yang menjembatani
antara ilmu pendidikan dan ilmu seni. Pada dasarnya mata kuliah
tingkat jurusan yang diberikan pada mahasiswa Prodi Pendidikan
Seni Rupa terbagi menjadi tiga kelompok. Pertama, Mata Kuliah
Pengembangan Kependidikan, yang melatih mahasiswa untuk ma
Keterampilan Proses Pembelajaran, yang berisi pemahaman akan
keterampilan yang dibutuhkan calon guru dalam proses pembelajaran
mengenai pendekatan, metode, prosedur pembelajaran, kurikulum,
Untuk dibaca bersa
evaluasi pembelajaran dan sebagainya. Kedua, Mata Kuliah
mengembangkan rencana kerja, biasanya diwujudkan dalam proposal
(penelitian, penciptaan, kegiatan wirausaha, dsb.). Selanjutnya,
Mata Kuliah Bidang Keahlian Murni dan Kriya. Pembagian ini seolah
memisahkan tanpa satu penghubung yang esensial untuk menjawab
pertanyaan, “Mengapa harus ada Pendidikan Seni?” Pada akhirnya,
praktik yang sering terjadi adalah pendidikan seni tetap: guru
memberikan teori-teori dan praktik tentang seni sesuai bidang
keahlian menggunakan keterampilan mengajar yang didapatkan
dari bangku perkuliahan. Pemenuhan aspek afektif yang seharusnya
efektif dengan menggunakan pendidikan seni pun menjadi mubazir.
Maka, Ladang Rupa menawarkan alternatif pendidikan seni kritis, yang
membuka diri bagi pengembangan seni dan budaya. Kampus belum
cukup mampu memfasilitasi kami, jadi kami akan memfasilitasi diri
sendiri. Sekolah belum mampu mendidik masyarakat dengan kritis
melalui seni, jadi kami yang akan melakukannya!
Selama lima tahun, Ladang Rupa terus bereksperimen dengan
berbagai metode pendidikan seni melalui berbagai program yang
sebagian di antaranya terinspirasi dan kami adopsi dari berbagai
model kegiatan seni yang pernah ada. Saat ini, kami membagi program
berdasarkan skala kegiatan: (1) program besar, yang membutuhkan
Alternatif Pendidikan Seni yang Nekat dan Tahan Banting

