Page 72 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 72

Ada semacam arus jelek yang harus dilawan. Kami melihat institusi   51
              akademi seni belum mampu memberikan ruang bagi diskusi-diskusi
              mengenai perkembangan seni terbaru. Sebagai mahasiswa yang
              sebagian besar dididik sebagai guru seni, kami melihat bahwa
              kurikulum di ruang kelas telah gagal memainkan perannya sebagai
              pendidikan yang memanusiakan manusia. Memang, kurikulum
              2013 yang telah berjalan memiliki tiga aspek dasar yang harus
               Untuk dibaca bersama
              diperhatikan. Salah satunya aspek afektif, yang berkaitan dengan
              emosional seperti perasaan, minat, dan sikap. Pendidikan seni adalah
              pendidikan rasa dalam mata pelajaran Seni Budaya yang tidak dapat
              dipisahkan dari aspek afektif. Meminjam kata Bambang Sugiharto,
              “Pendidikan seni di Indonesia seperti balai pelatihan pertukangan.” 1




































                               Gambar 2. Parak Ria Open Studio.
                       Lokasi: Sekretariat Ladang Rupa, Pulai Anak Air (2018).
                                     Sumber: Ladang Rupa.

              1  Bambang Sugiharto, Untuk Apa Seni? (Bandung: Pustaka Matahari, 2013), hlm. 9.

                                                                 Hidayatul Azmi
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77