Page 114 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 114
setempat. Di sisi lain, program pendidikan ini berperan untuk
mengenalkan individu-individu yang ada di kolektif kepada khalayak, 93
karena kerja kolektif bukan berarti menyelubungi perseorangan
yang bergelut di dalamnya dalam satu bendera. Tanpa melakukan
program pendidikan, kolektif seni akan terus meraba tanpa pernah
mengujicoba temuan-temuan yang mereka dapatkan secara internal
serta mengidentifikasi pengetahuan apa saja yang dimiliki para
Untuk dibaca bersama
anggotanya sebagai kekuatan kolektif itu. Apa yang dikerjakan oleh
praktik-praktik yang disebutkan tadi menjadi bentuk tawaran mereka
untuk menyambung rantai distribusi pengetahuan yang terputus,
menjadi kolektif sebagai sekolah, secara intuitif ataupun terancang.
Seni Pemrograman Kegiatan Seni di Tengah Pandemi
COVID-19 yang Mempertimbangkan Kesehatan
Benih-benih praktik artistik kolektif yang bereksperimentasi dengan
ketahanan pangan dan kesehatan telah banyak muncul dalam
dasawarsa terakhir, utamanya terlihat pada kolektif-kolektif seni
yang berkediaman di tengah perdesaan. Namun, pandemi memantik
suburnya kecenderungan ini pada banyak kolektif di Indonesia, lebih-
lebih yang berada di konteks urban. Contoh praktik ini di antaranya
adalah Studio Batur (Bandung, 2013), yang mengadakan lab pangan
15
dan sesi yoga; Gudskul Ekosistem, yang mewadahi inisiasi seperti
Gudsayur bersama Tanakita, Sukabumi, Petani Kesorean (proyek
pertanian urban) dan produksi alat pelindung diri kesehatan, hingga
berbagai dapur kolektif di ekosistem seni Jogja.
16
Praktik artistik ini masih terus bergulir hingga pada saat tulisan ini
dibuat, sehingga perkembangan ke depan tentu bisa menghasilkan
bentuk-bentuk seni pemrograman kegiatan seni yang sama sekali
baru dari dasawarsa sebelumnya—dengan aturan penjarakan fisik dan
protokol-protokol kesehatan lain yang dapat memancing siasat-siasat
artistik dalam berkumpul di bawah satu atap.
15 Sejak 2020, Studio Batur berganti nama menjadi Gelanggang Olah Rasa.
16 Lih. Nuraini Juliastuti, “Seni Hidup: Praktik Eksperimen Strategi Pertahanan Hidup Mandiri,” dalam
buku ini (hlm. 309).
Gesyada Siregar

