Page 111 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 111

90  alih-alih parasitisme. Kecanggihan kolektif seni dalam melakukan
             siasat dengan perusahaan tembakau menjadi aspek juga dalam seni
             pemrograman kegiatan seni terkait etik dan politik yang dimiliki
             kolektif tersebut.

             Seni Pendidikan Kolektif

             Dalam konteks pendidikan di Indonesia, pelajaran seni tidak menjadi
               Untuk dibaca bersama
             integral di pendidikan dasar dalam proses siswa memahami dunia.
             Pada banyak kerja-kerja kolektif yang berbentuk seni pendidikan yang
             kami temukan, kesenian menjadi titik tumpu metode pembelajaran
             atau literasi untuk pembangunan kapasitas kelompok masyarakat
             yang menjadi sasaran masing-masing kolektif. Hal itu dapat kita temui,
             misalnya, pada praktik Jendela Ide, Sanggar Anak Akar (Jakarta,
             1994), Kampung Halaman, Komunitas Taboo (Bandung, 2009), Kelas
             Pagi Papua (Jayapura, 2016), SimpaSio Institute (Larantuka, 2016),
             katakerja (Makassar, 2014), Ketjilbergerak dan Sinau Art.


             Beberapa kolektif itu pun mulai membuat eksperimentasi sekolah
             sebagai praktik artistik, seperti Sekolah Mendea oleh Pasirputih,
             Sekolah Salah Didik oleh KUNCI Study Forum & Collective dan
             GUDSKUL: Studi Kolektif dan Ekosistem Seni Rupa Kontemporer oleh
             Gudskul Ekosistem. Dalam lingkup kecil, praktik ini juga muncul
             dalam bentuk lokakarya dan kelas, misalnya yang dilakukan oleh
             Kelas Lasuah oleh Ladang Rupa, Edukasi Fokus Program oleh
             HONF, TITEN oleh Waft Lab, lokakarya mural oleh Komunitas Pojok
             (Denpasar, 2000), Project Kelas Uyel-Uyelan oleh SURVIVE! Garage
             (Yogyakarta, 2009), Remedial oleh Serrum, Raw Power oleh Ruang MES
             56, Remaja Bermedia oleh Gubuak Kopi dan Studi Kelab SIKU oleh
             SIKU Ruang Terpadu.












             Bagai Melihat Jalinan Ampang: Mencari di (ke) Mana Seninya dalam Praktik Kolektif di Indonesia
   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116