Page 181 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 181

“Diri nian tutur, depo tana doneng”
         160                         (Mendengar dunia berbicara,

                                       mengikuti tanah mengajar)
                      –Peribahasa Sikka, Nusa Tenggara Timur



                        alam sepuluh tahun terakhir, kita dapat menyaksikan
               Untuk dibaca bersama
                        perkembangan, bahwa kolektif di Indonesia tidak
                        hanya tumbuh di kota-kota besar, tetapi juga di
             D kota-kota kecil dan bahkan perdesaan. Setiap
             kolektif mengembangkan praktik artistik dan strategi bertahan
             yang variatif, sesuai dengan konteks, potensi dan tantangan di
             masing-masing tempat. Bagian ini mencoba melacak latar dari
             ketersebaran geografis dari kolektif, kelompok seni dan ruang
             alternatif yang ada; Apa yang membuat berbagai kolektif seni
             muncul dan tersebar sedemikian rupa dalam sepuluh tahun
             belakangan? Adakah yang menarik dari praktik mereka yang
             terkait dengan konteks lokal? Bagaimana kolektif-kolektif berbasis
             perdesaan bisa membantu kita memikirkan ulang peta kesenian
             dan sumber daya kultural di masa depan?


             Sejak akhir 80-an, berbagai kelompok seni dan ruang alternatif
             bermunculan di berbagai kota besar di Indonesia. Hal tersebut
             dipahami sebagai bagian dari aktivisme untuk menentang dominasi
             pemerintah dalam gelanggang kesenian. Berbagai kajian mencatat
             bahwa pada rezim Orde Baru penguasa mengontrol hampir setiap
             lini kegiatan seni melalui lembaga-lembaga kebudayaan milik
             pemerintah. Strategi kebudayaan yang dijalankan pemerintah adalah
             upaya depolitisasi besar-besaran di mana anasir politik dan ideologi
             dipisahkan dengan kerja-kerja kesenian, pembangunan infrastruktur
             kesenian tidak merata dan corak pemerintahan militeristik memiliki
             tendensi kuat untuk memberangus berbagai ekspresi yang berlawanan
             dengan kebijakan pemerintah.





             Menggaru Tanah, Menyebar Benih: Sebaran Geografis Kolektif Seni di Indonesia 2010–2020
   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185   186