Page 234 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 234

pada akhir 2015 kami nekat menyewa rumah yang lebih luas. Kami
              berkeliling di dua kecamatan, Pemenang dan Tanjung, dan akhirnya   213
              memutuskan menyewa rumah di Dusun Karang Baru, Desa Pemenang
              Timur, yang berukuran 8 x 13 meter. Sebuah rumah yang cukup besar
              bagi kami saat itu, dan harga sewanya pun cukup mahal untuk ukuran
              di Pemenang. Beruntung sekali kami waktu itu, sebab di waktu yang
              bersamaan, bekerjasama dengan Forum Lenteng, kami melaksanakan
               Untuk dibaca bersama
              program Akumassa Chronicle yang akhirnya melahirkan Bangsal
              Menggawe, sebuah festival rakyat yang diinisiasi Pasirputih. Lewat
              dana program tersebut, kami bisa mengamankan sekretariat untuk
              dua tahun pertama. Akhirnya, sejak akhir 2015 sampai awal 2018, kami
              bermarkas di lokasi tersebut. Secara lokasi dan suasana sekitar, rumah
              ini cukup baik. Namun sayang sekali, karena rumah itu masih berstatus
              sengketa, kami tidak betah di rumah ini.

              Pada akhir 2018 kami memutuskan pindah, mencari rumah yang
              berada di pinggir jalan utama, tidak ada konflik keluarga, dan mudah
              diakses. Akhirnya kami pindah ke rumah di Jalan Raya Senggigi, Dusun
              Mekar Sari, Desa Pemenang Barat. Rumah ini cukup besar, memiliki
              halaman luas, dan berada di jalur utama. Namun, karena gempa
              Lombok pada 5 Agustus 2018, rumah ini roboh, temboknya hancur, dan
              tidak bisa ditempati lagi. Ditambah lagi, saat itu kami semua pindah ke
              kamp pengungsian.

              Selama enam bulan di pengungsian, kami akhirnya dipinjami sebidang
              tanah yang kira-kira seluas setengah lapangan bola. Di atas tanah
              inilah kami kemudian mendirikan pondok kecil dan bangunan hunian
              sementara untuk terus melanjutkan kegiatan Pasirputih. Karena
              tidak enak diam berlama-lama dalam status ‘minjam,’ kami akhirnya
              menyewa tanah itu untuk 10 tahun. Saat ini, di tanah itulah kami
              melanjutkan kerja Pasirputih, di Gang GOR Bulu Tangkis Pemenang,
              Dusun Karang Subagan Daya, Desa Pemenang Barat, Kecamatan
              Pemenang, Lombok Utara.





                                                               Muhammad Sibawaihi
   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238   239