Page 233 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 233

212  Basecamp
             Pasirputih awalnya memanfaatkan rumah saya dan Gozali sebagai
             basecamp, yang waktu itu juga dimanfaatkan oleh kawan-kawan
             untuk lokakarya akumassa. Rumah berlantai dua itu ditempati selama
             hampir satu tahun setengah. Sementara itu, kebutuhan seperti listrik,
             air, dan (sering juga) kebutuhan perut bersumber dari orang tua kami.

               Untuk dibaca bersama
             Karena tidak ingin merepotkan terlalu lama, kami akhirnya mencoba
             bernegosiasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara
             agar kami bisa memanfaatkan bangunan milik Pemda yang tidak
             terpakai. Pada pertengahan 2011, kami mengadakan Pameran
             Perupa Muda Lombok Utara, dan memanfaatkan momen itu untuk
             mengundang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata
             Lombok Utara. Momen itu kami manfaatkan untuk meminta Pemda
             memfasilitasi sebuah ruang yang representatif untuk kegiatan
             Pasirputih. Alhasil, sebuah gedung berukuran kurang lebih 7 x 8 Meter
             di dekat Terminal Bangsal diberikan kepada kami, dan mulai kami
             tempati dari awal 2012. Perpindahan ke sekretariat baru ini memberi
             dampak baik bagi Pasirputih. Kami belajar secara mandiri mengelola
             pengeluaran dan pendapatan dari berorganisasi. Kami mulai berpikir
             bagaimana kegiatan aktivisme dan kesenian yang kami lakukan bisa
             menghidupi dirinya.


             Namun sayang sekali, akibat persoalan keanggotaan dan berbagai
             kesibukan Pasirputih di luar, basecamp tersebut sempat sepi selama
             beberapa bulan, dan pada awal 2014, semua barang dan arsip
             Pasirputih dikeluarkan dari gedung tersebut tanpa peringatan oleh
             Pemda Lombok Utara. Pada saat itu, banyak sekali arsip Pasirputih
             yang rusak karena hujan dan panas, serta banyak barang lain
             hilang tak berjejak. Akhirnya, kami terpaksa kembali ke rumah awal
             sekretariat Pasirputih.

             Karena arsip semakin banyak, anggota juga bertambah, sementara
             ruang di rumah awal tidak cukup untuk kebutuhan kerja Pasirputih,



             Cerita dari Pasirputih
   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238