Page 315 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 315

294  Kampung Bustaman menjadi wilayah eksperimen dan belajar untuk
             dikembangkan di situs atau kampung lain. Saat ini ada beberapa
             event berbasis kampung yang diinisiasi dan masih eksis, di antaranya
             Festival Bukit Jatiwayang di Ngemplak Simongan, Semarang dan
             Nginguk Githok di Sekararum, Kabupaten Rembang. Di luar itu, Penta
             Klabs sudah dilangsungkan dua kali, yakni di Kemijen (Narasi Kemijen,
             2016) dan Randusari (Sedulur Banyu, 2018). Selain itu, masih ada
               Untuk dibaca bersama
             jaringan kampung lain yang sewaktu-waktu bisa diaktivasi karena
             kepercayaan warga pada Kolektif Hysteria yang terjaga dengan
             baik. Meski kecil, keberhasilan menautkan diri dengan isu global
             mengantar praktik ini dipresentasikan di Tokyo, Berlin, Birmingham
             dan Heidelberg.

             Tidak Ada Sistem yang Sempurna. Semua Platform
             Mempunyai Celah. Mari Retas Semampu Kita
             Ego sektoral dalam pemerintahan, misalnya, itu nyata adanya.
             Pemerintah tidak pernah menjadi agen tunggal. Aktornya banyak.
             Demikian pula dalam sistem yang lain. Rumah Seni Cemeti (kini, Cemeti
             - Institut untuk Seni dan Masyarakat), Jakarta Biennale dan Biennale
             Jogja terutama sering menjadi tolok ukur kesuksesan seniman maupun
             kolektif. Sebagai kelompok, Kolektif Hysteria jauh dari ingar-bingar itu
             dan sepertinya tidak perlu susah payah untuk diterima dalam lingkaran
             itu. Masih banyak jalan menuju Roma. Fenomena ini juga kadang ironis
             jika mengamati orang di daerah sedemikian rindu berpameran di Galeri
             Nasional. Rasa-rasanya hal itu tidak perlu lagi karena hakikat eksistensi
             kolektif seni barangkali bukan itu. Banyak kanal lain yang bisa
             dimasuki. Tak heran ketika Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf dan sekarang
             bergabung lagi dalam Kemenparekraf) mempunyai kepentingan
             menyoal ekonomi kreatif, dengan enteng hati Hysteria mengganti
             branding-nya sebagai kelompok ekraf, sehingga pada 2017 mendapat
             bantuan fasilitasi alat dan renovasi rumah hanya karena Kolektif
             Hysteria mengganti branding kelompoknya sebagai CoLaboratorium
             dan Creative Impact Hub.





             Manifesto Seni Tulang Lunak Bandeng Juwana
   310   311   312   313   314   315   316   317   318   319   320