Page 316 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 316
Gunakan Politik Bahasa. Adopsi Istilah Yang Sedang Hype
Masyarakat Indonesia gandrung mengonsumsi bahasa dan istilah 295
yang fancy dan sophisticated. Saat ramai-ramai istilah posmo, tanpa
ragu Jim Supangkat mendaku beberapa karya seniman mewakili
semangat posmo walaupun ada keberatan dari beberapa seniman
yang diklaimnya. Begitulah mungkin tugas kurator: memberikan
framing, apa pun bentuknya, asal bisa diterima dalam frekuensi lebih
Untuk dibaca bersama
luas. Orang yang tidak paham-paham amat soal coworking, misalnya,
menganggap istilah itu mewakili trend tertentu, lalu fenomena itu
masuk dalam sistem kategori yang sudah tersedia untuk bisa memasuki
medan yang lebih luas. Main-main bahasa dan istilah rupanya masih
ampuh. Persoalan dan peluang lain yang timbul belakangan bisa
diatur-atur nanti. Toh, strategi malih rupa dalam branding, seperti
halnya idiom smart city, yang celakanya hanya ditandai dengan
banyaknya aplikasi yang diciptakan oleh pemerintah saja tanpa peduli
user-nya, cukup ampuh untuk mendapat prestasi nasional. Rasanya
praktik comot istilah ini banyak terjadi di mana-mana untuk masuk
dalam sistem kategori tertentu. Jika tidak persis amat, bisa dianggap
sebagai modifikasi, mutasi, maupun varian arus utama.
Membiasakan Membuka Diri pada Kelompok yang
Berbeda Disiplin
Bisa dibilang, selama 2004-2016, 85% pembiayaan yang didapat
Hysteria bukan berasal dari wilayah kesenian. Interaksi dengan para
aktivis kota lain justru membuka peluang pendanaan berbeda, alih-
alih berebut remah pendanaan sektor seni, yang rasanya waktu itu
muskil. Baru pada 2017, Kemendikbud dan Bekraf memberi sokongan
dan setelah itu ada kerja sama seperti itu sekurang-kurangnya
setahun sekali antara Hysteria dan pemerintah pusat. Membuka diri
pada kemungkinan lain inilah yang membuat Hysteria pada 2015
bekerjasama dengan platform pemetaan Ushahidi dari Kenya dan
setahun kemudian terlibat dalam jaringan global humanitarian open
street map untuk memberikan presentasi di Filipina. Sama sekali tidak
ada kaitannya dengan seni-senian. Hal ini membuka mata Kolektif
Adin

