Page 318 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 318

lain. Dari saran mengontak lembaga lain inilah akhirnya proposal lolos.
              Sekarang, dengan kemudahan seperti itu, jika kita memahami konteks   297
              dengan baik dan selalu menjajal peluang, rasanya cara ini bisa dicoba,
              kalau sekadar untuk mengambil peluang residensi, yang merupakan
              keistimewaan bagi seniman di daerah.

              Bentuk dan Metode Itu Cair
               Untuk dibaca bersama
              Berubahlah sesuai kebutuhan; setialah pada visi dan kesejahteraan
              sosial. Kolektif Hysteria tidak menampik kerja-kerja pertukangan
              untuk bertahan hidup (kadang mengorganisasi demo nelayan, kadang
              menjadi tim survei pembangunan Trans Semarang.) Sudah tidak
              penting lagi setia pada satu bidang jika itu hanya mengarah pada
              kehancuran karena tidak bisa makan dan bayar sewa rumah.


              Kedua belas kredo itu menjadi pokok penting, dan empat sisanya lebih
              pada penghiburan spiritual jika metode yang sudah dijabarkan tidak
              cukup berhasil.


              Carilah Penyaluran Positif, Setidaknya Coping
              Mechanism, Jika Kesenian yang Tadinya Jadi Sarana
              Rekreatif Malah Menjadi Sumber Depresi
              Jika tetap tidak berhasil, tidak perlu mendeklarasikan berhenti. Cukup
              diam. Hibernasi atau hiatus. Jangan-jangan, seni yang kita imani
              bukan seni programatik a la funding, yang rutin tiap bulan, tetapi bisa
              semusim sekali atau setahun sekali, seperti ritus panen hasil bumi
              dalam seni-seni tradisi. Praktik seperti ini tidak lebih rendah dibanding
              seni programatik bulanan dengan tanggung jawab ke lembaga donor.
              Seni kontemporer kita tumbuh bersama sekularisme dan menguatnya
              individualisme. Jika kita perhatikan, seni-seni tradisi yang bertahan
              lama adalah yang berkaitan dengan ritus hidup dan ritual. Seni
              Ketoprak di Pati dan Rembang, misalnya, tidak akan pernah mati
              karena merupakan bagian dari persembahan dan ungkapan syukur
              atas rezeki yang diberikan alam. Aktivitas keseniannya diaktivasi
              dalam rangka perayaan sedekah bumi. Jangan-jangan, ini juga bisa
              jadi model pengembangan model kolektif seni ke depan.

                                                                       Adin
   313   314   315   316   317   318   319   320   321   322   323