Page 339 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 339

318  langsung. Pengalaman Agni ditempa dari pengalamannya bekerja
             sebagai manajer seni di Cemeti - Institut untuk Seni dan Masyarakat (dulu
             Rumah Seni Cemeti). Ia memberi waktu untuk terlibat dan mengamati
             cara kerja ruang-ruang lain. Selain mengajarkan tentang independensi,
             pengalaman bekerja di lingkungan ruang seni budaya independen juga
             berarti bekerja dalam sistem pengorganisiran yang serba fleksibel,
             yang muncul karena organisasi juga dijalankan dengan prinsip “belajar
               Untuk dibaca bersama
             lewat melakukan secara langsung.” Dalam jangka panjang, fleksibilitas
             ini memunculkan potensi tumpang-tindih pekerjaan dan kelelahan.
             Inferioritas para manajer seni, menurut Agni, sebagian disebabkan
             karena pewarisan sistem kerja yang melemahkan posisi mereka.


             Dalam konteks Indonesia, manajemen seni tersedia sebagai
             wilayah yang banyak melibatkan perempuan. Berbicara tentang
             wilayah manajemen seni seringkali berarti berbicara tentang cara
             pengorganisiran dan kerja perawatan yang diputar dalam wacana
             sesuai gender tertentu. Tiap hari, dan dengan caranya sendiri, mereka
             menunjukkan beragam praktik perawatan, yang perlu ditunjukkan
             untuk memastikan jalannya sebuah perhelatan seni. Meskipun
             demikian, kerja perawatan ini lebih sering tidak diakui sebagai kerja
             seni yang sah. Mengikuti Macushla Robinson, ia kerap disembunyikan
             dalam perspektif bahwa ia tampil sebagai realisasi dari buah cinta dan
             gairah seni.  Pandangan ini cenderung memberi ruang bagi eksploitasi,
                       21
             apropriasi, dan memandang perempuan sebagai sumber tenaga alami
             yang tak pernah habis. Robinson menganggapnya sebagai “persoalan
             gelap yang tak tampak” (invisible dark matter), karena jarang
             dibicarakan secara terbuka. Bergerak dalam garis yang sama dengan
             pemikiran ini, kedua pembicara di pertemuan bertopik “Lanskap dan
             Relasi Kerja Manajemen” dalam rangkaian lokakarya manajemen seni
             yang dikelola oleh Shifting Realities, Brigitta Isabella dan Hizkia Yosie
             Polimpung, secara berurutan merujuk istilah “bucin” (singkatan dari
             budak cinta) dan “bantu-bantu saja” sebagai penanda dari beragam



             21  Macushla Robinson, “Labours of Love: Women’s Labour as the Cultural Sector’s Invisible Dark
             Matter,” dalam Runway Journal, Issue 32: Re/production (2016), diakses dari http://runway.org.au/
             labours-of-love-womens-labour-as-the-culture-sectors-invisible-dark-matter.
             Seni Hidup:  Praktik Eksperimen Strategi Pertahanan Hidup Mandiri  dalam Ruang Seni Budaya Independen
   334   335   336   337   338   339   340   341   342   343   344