Page 341 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 341
320 untuk tetap melangsungkan beragam proyek budaya dan berhadapan
dengan hal-hal pragmatis, yang sekaligus menunjukkan persoalan
merawat sebagai inti dari produksi budaya.
Dalam pameran tersebut, para anggota PR Seni mempresentasikan
sebuah instalasi dalam situs terbatas, berupa peta dan gambar yang
mengimitasi ruang kerja sehari-hari sekaligus beban kerja yang
Untuk dibaca bersama
biasanya dilakukan. Saya mengutip catatan pameran sebagai berikut:
“Ruang simulasi ini dibangun berdasar beragam elemen yang
hadir dalam ruang kerja kami setiap hari. Kami membawa meja
dan kursi, mereka penting untuk mengakomodasi pertemuan
dengan beragam orang. Kami membawa beragam peralatan
dan perangkat, semua hal esensial yang perlu dibawa dalam
tiap pemasangan karya di ruang pamer. Kopi dan teh juga sama
pentingnya dalam tiap pertemuan dan proses kerja. Buku-buku
catatan kami adalah alat produksi personal kami.”
Satu dari beberapa diagram yang dipamerkan mengindikasikan
beberapa poin, atau wilayah, yang harus mereka hadapi sehari-
hari. Mereka semua dapat dikategorikan sebagai kerja non-
kuratorial. Meskipun demikian, mereka adalah pekerjaan rutin yang
harus dikerjakan—komunikasi email, berjaringan, membersihkan
ruangan, menciptakan keramahan di ruang kerja, dan mendapatkan
kemampuan untuk menjamu banyak orang.
Pandemi diikuti pembatasan perjalanan, pembatalan acara pameran
atau jadwal residensi, dan penutupan gedung kesenian. Sebagian
dari para manajer dan pekerja seni bekerja secara paruh waktu, dan
diatur dengan pengaturan bahwa jika tidak ada kerja, berarti tidak
dibayar. Banyak dari mereka yang kehilangan pekerjaan. Saya telah
menjelaskan bagaimana posisi rentan para pekerja seni terjadi karena
Seni Hidup: Praktik Eksperimen Strategi Pertahanan Hidup Mandiri dalam Ruang Seni Budaya Independen

