Page 340 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 340

persoalan gelap yang menjadi karakter utama dari bekerja di wilayah
              seni budaya.                                                    319


              Seni rupa kontemporer berjalan dalam ritme kerja yang cepat. Ia
              sering tidak menyisakan hal lain kecuali bekerja memenuhi target
              rangkaian tugas dari produksi karya sampai pameran. Diskusi seputar
              manajemen seringkali dianggap sebagai sesuatu yang sepele, atau
               Untuk dibaca bersama
              menurut bahasa Agni, dikecilkan dan dianggap hanya sebagai
              “curhat” (curahan hati) dan ungkapan “baper” (bawa perasaan). Pada
              akhirnya, diskusi ini lebih banyak lenyap ditelan oleh kewajiban untuk
              berkompromi dengan kebutuhan sehari-hari.


              Pada September 2017, dalam momen yang didefinisikan oleh
              Mierle Laderman Ukules dalam “Manifesto for Maintenance Art”
              (1969) sebagai epiphany (pencerahan), PR Seni memutuskan
              untuk memamerkan karya-karya mereka dalam festival arsip
              yang diorganisir oleh Indonesian Visual Art Archive (IVAA). Festival
              tersebut seperti penyadaran yang muncul dari balik layar, yang
              selalu tersembunyi dan berkebalikan dengan presentasi seni yang
              menekankan pada pertunjukan karya.


              Sebelum festival arsip tersebut dilangsungkan, terdapat inisiatif lain
              untuk menerjemahkan secara kolektif naskah Ukules, “Manifesto
              for Maintenance Art,” ke dalam Bahasa Indonesia. Penerjemahan ini
              diinisiasi oleh Cemeti, sebagai bagian dari peluncuran proyek jangka
              panjang Maintenance Works, atau kerja perawatan. Tidak terdapat
              hubungan langsung antara pameran arsip dari kelompok PR Seni
              dengan penerjemahan ini. Tetapi keterlibatan dalam penerjemahan ini,
              seperti dirasakan oleh Agni, memberi momen pencerahan atas karakter
              reproduktif bidang manajemen seni. Pameran ini bisa dibaca sebagai
              tanggapan kritis atas jalannya pengorganisasian ruang seni independen.

              Pameran yang diinisiasi oleh PR Seni ini berfungsi sebagai peristiwa
              yang memunculkan niatan, kendala yang menantang, keraguan dan
              kerapuhan secara nyata. Ia menunjukkan perjuangan sehari-hari

                                                                 Nuraini Juliastuti
   335   336   337   338   339   340   341   342   343   344   345