Page 410 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 410
TROTOARt (Jakarta, 2001)
Yayasan Trotoart Semesta Raya awalnya adalah sebuah kelompok 389
seniman lukis yang berkesenian sejak 1989 di Jalan Pintu Besar
Selatan, Kawasan Kota Tua, Jakarta. Para pendirinya kala itu, Jhons
Patriatik Karlah, Sobirin, Rahim Bekend, Eko Wibisono dan M Khamim,
menyatukan ide pikiran dan cara pandang berkesenian mereka
dengan mendirikan Yayasan TROTOARt Semesta Raya. Perkumpulan
Untuk dibaca bersama
ini bertujuan untuk mendorong cara pandang berkesenian yang tidak
semata sebagai hiburan, melainkan juga sebagai pelayan di dalam
masyarakat. TROTOARt berbasis di Penjaringan, Jakarta Utara. Para
penggerak TROTOARt kerap melakukan kerja sama dengan seniman
antar kota, antar provinsi. Salah satu hasilnya adalah berdirinya
TROTOARt Bumiayu, Jawa Tengah pada 2018. Saat ini, tidak kurang
dari 40 orang aktif di TROTOARt Penjaringan maupun Bumiayu. Usaha
mandiri yang diupayakan adalah Katro Kopi (kafe, ada di TROTOARt
Penjaringan maupun TROTOARt Bumiayu) dan Katro Studio (studio
musik di Bumiayu). Kata ‘katro’ sendiri memang diambil dari bahasa
slang Jakarta, katrok, yang berarti jelek, berkualitas rendah. Namun
‘katro’ di dalam konteks TROTOARt bisa juga diartikan sebagai
Keluarga TROTOARt. Pemutaran film di kampung-kampung dengan
saweran sukarela dari warga maupun konser musik yang juga
membuka saweran, sebagai sebuah usaha mandiri yang penting
mereka, tidak bisa berjalan saat ini akibat pandemi COVID-19.
Jalan Kertajaya Raya No. 19, Penjaringan, Jakarta Utara 14440
www.trotoartjakarta.blogspot.com Trotoart
@trotoart_community Trotoart Community
TUDGAM (Kuningan, 2009)
TUDGAM adalah kolektif lintas disiplin yang menjadikan penyebaran
pengetahuan seni sebagai misinya. Misi tersebut mereka jalankan
lewat aktivitas seperti lokakarya, pameran, pertunjukan, penelitian,
dan pengarsipan. Beranggotakan lima orang, TUDGAM ingin agar

