Page 415 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 415
394 Ladija Triana Dewi (l. Yogyakarta, 1994) lulus dari jurusan Tata Kelola
Seni ISI Yogyakarta. Sejak 2016 menggeluti kerja seni budaya di
bidang manajerial event seni rupa serta menaruh minat pada literasi
dan praktik kuratorial. Saat ini sedang mendalami isu mengenai
manajemen sumber daya manusia di balik layar perhelatan seni. Aktif
menulis di berbagai artikel dengan tema pengalaman kerja praktik
pengelolaan event seni, isu kolektif serta teks pengantar pameran.
Untuk dibaca bersama
Pada 2018, bersama teman-teman menginisiasi kolektif Kantin Kurasi
yang hingga saat ini aktif dengan kegiatan praktik kuratorial dan
project seni multidisiplin.
Muhammad Sibawaihi (l. Pemenang, 1988) adalah seorang video
maker dan jurnalis. Ia menyelesaikan program S1 di Institut Keguruan
dan Ilmu Pendidikan Mataram dan sedang melanjutkan studi magister
Applied Anthropology and Participatory Development di Australian
National University. Pada 2016, Siba mendapat kesempatan residensi
dari Ujazdowski Castle Center for Contemporary Art, Polandia, dalam
“Re-Directing: East”. Pada 2018, ia menjadi kontributor buku terbitan
Yayasan Kelola, Unjuk Rasa: Seni-Performativitas-Aktivisme. Pada tahun
yang sama, ia mempresentasikan karya video akumassa Pasirputih
dalam Visayan Visual Art Exhibition and Conference di Filipina. Pada
2019, ia menjadi salah satu pembicara di SAARM (Southeast Asian Art
Residencies Meeting) di Taitung-Taiwan.
Nuraini Juliastuti (l. Surabaya, 1975) adalah peneliti dan salah
seorang pendiri KUNCI Study Forum and Collective, Yogyakarta,
Indonesia. Nuraini memperoleh gelar PhD dari Leiden University,
Belanda, dengan disertasi berjudul “Commons People: Managing
Music and Culture in Contemporary Yogyakarta”. Belum lama ini ia
ditunjuk sebagai postdoctoral fellow di Worlding Public Cultures: The
Arts and Social Innovation project, University of Amsterdam (2020-
2022). Tulisannya yang mutakhir antara lain: “Care, Practice, Art
Communities in Indonesia” (un Magazine 14.1, Mei 2020); “Indonesian
Migrant Workers’ Writings as a Performance of Self-Care and
Embodied Archives” (PARSE Journal, Issue 10, Migration, Juni 2020).
Biodata Penulis

