Page 416 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 416
Artikelnya, “The Studying Turn: Free Schools as Tools for Inclusion”
dimuat dalam kompilasi berjudul Forces of Art – Perspective from 395
a Changing World yang diterbitkan Valiz (November 2020). Proyek-
proyek lain mencakup Reading Sideways Press dan Domestic Notes,
proyek berbasis terbitan independen mengenai isu-isu domestik,
ruang migran, dan politik produktivitas.
Jakarta Pusat. Pada 2019, ia menjadi kurator pameran “Lorong ma
Putra Hidayatullah (l. Aceh, 1988) bergiat di Tikar Pandan dan
terpilih sebagai salah seorang kurator dalam Jakarta Biennale 2015.
Pada 2014, bersama ruangrupa dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ),
Untuk dibaca bersa
ia mengadakan pameran “Puing Perang” di Taman Ismail Marzuki,
Ingatan: Khauri Nujoh” yang diselenggarakan oleh KontraS Aceh. Ia
juga menulis esai dan cerita pendek. Beberapa tulisannya pernah
dimuat di Koran Tempo dan The Jakarta Post. Ia menyelesaikan studi
Contemporary Art and Art Theory of Asia and Africa (Seni Kontemporer
dan Teori Seni Asia-Afrika) di School of Oriental and African Studies,
University of London, UK.
Renal Rinoza (l. Jakarta, 1984) menamatkan S1 Ilmu Komunikasi
di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN),
Jakarta, pada 2010. Pada 2008, ia tergabung di Forum Lenteng dan
menjadi partisipan Jakarta 32°C. Pada 2009, menjadi salah satu pendiri
sebuah kelompok studi sinema, fotografi dan pemberdayaan media,
yaitu Komunitas Djuanda. Pada 2017 menjadi Asisten Kurator OK.
Pangan OK. Video - Indonesia Media Arts Festival di Gudang Sarinah
Ekosistem, Jakarta. Pada pertengahan 2018, ia menjadi asisten peneliti
program doktoral University of California, Berkeley. Pada 2019, bersama
Risman Buamona, menulis buku Bumi dan Manusia Mamasa: Sebuah
Ihwal Tentang Perubahan Sosial-Ekologi di Dataran Tinggi Sulawesi.

