Page 419 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 419
398 gagasan seni dan ruang lingkup yang lebih besar. Pada 2014, Heri
menginisiasi gerakan melawan pembakaran hutan dan lahan yang
mengakibatkan kabut asap di Riau sejak 1997, yaitu #melawanasap.
Pada 2015, ia menginisiasi #saverimbangbaling, yang merupakan
gerakan kepedulian seniman dalam peran penyelamatan Suaka
Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling. Pada 2009-2013, Heri
menyelenggarakan festival yang telah menghasilkan enam film
Untuk dibaca bersama
dokumenter dan tujuh seri buku riset, yaitu Ekspedisi Kebudayaan 4
Sungai di Riau.
Leonhard Bartolomeus alias Barto (l. Depok, 1987) saat ini bekerja
sebagai kurator di Yamaguchi Center for Arts and Media (YCAM), Jepang.
Pada 2012, setelah selesai menempuh pendidikan di Institut Kesenian
Jakarta (IKJ), ia bergiat bersama ruangrupa. Pada 2017, bersama
beberapa kawan dari Jakarta, Semarang dan Surabaya, ia membentuk
Kelompok Kurator Kampung (KKK). Proyek kuratorialnya dalam
beberapa tahun terakhir berfokus pada praktik pendidikan terbuka
dan kolaborasi. Selain itu, ia masih secara giat melakukan kerja-kerja
penelitian dan proyek kolaborasi di Indonesia maupun Jepang.
Muh. Rais (I. Palopo, 1989) adalah seniman multi-disiplin dan desainer
visual. Pada 2015, ia membentuk grup duo audio-visual, BOMBO. Pada
2016, Dutch Art Institute (DAI), Arnhem, Belanda, mengundang grup
duo tersebut mengisi program simposium mereka, yaitu “Roaming
Assembly #6.” Pada 2017, Rais mengikuti program Artist-in-Residency
di Foundation for Art and Creative Technology (FACT) dan festival seni
satu malam, Light Night (keduanya di Liverpool, Inggris), serta UK/
ID Festival 2017 di Jakarta. Pada tahun 2018, ia mengikuti Makassar-
Yirrkala Artist Exchange, lalu mendirikan laboratorium audio-visual
yang berfokus pada seni dan teknologi, yaitu NARA Inkubator. Saat ini,
Rais mengelola SIKU Ruang Terpadu.
Biodata Peserta Diskusi Sekarang atau Sepuluh Tahun Lagi

