Page 418 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 418

Anang Saptoto (l. Yogyakarta, 1982) adalah seorang seniman,
              desainer dan aktivis di Yogyakarta, yang sejak 2020 menjadi Direktur   397
              Ruang MES 56. Ia menyelesaikan pendidikan Program Studi Desain
              Komunikasi Visual (DKV) di Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Visi
              Indonesia pada 2005 dan lulus dari Fakultas Media Rekam Institut
              Seni Indonesia (ISI)—keduanya di Yogyakarta—pada 2009. Praktik
              Anang berfokus pada ekologi dan perubahan sosial, yang kemudian ia
               Untuk dibaca bersama
              artikulasikan melalui lokakarya dan kolaborasi bersama anak-anak,
              sekolah, kelompok disabilitas dan berbagai organisasi sosial. Interaksi
              langsung, membangun solidaritas dan kolaborasi adalah cara-cara
              yang ia anggap paling penting dalam berkesenian.


              Bunga Siagian (l. Jakarta, 1988), menempuh pendidikan di Sekolah
              Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta. Pada 2013-2016, ia menjadi
              Kurator Arkipel Film Festival. Sesekali, Bunga menulis tentang
              gambar bergerak (motion graphic). Ia sedang tertarik pada praktik
              kurasi gambar bergerak di dalam bingkai bagaimana pengetahuan
              dipertunjukkan di ruang publik.  Sejak 2017, bersama Ismal Muntaha,
              Bunga membentuk Badan Kajian Pertanahan (BKP), yaitu lembaga
              temporer yang mengeksperimentasikan peran, metode dan bentuk
              seni dalam persoalan-persoalan spesifik terkait pertanahan.


              Hairun Nisa (l. Jakarta, 1993): adalah anak kedua dari empat
              bersaudara. Pendidikan terakhirnya adalah S1 Ilmu Sosial Fakultas
              Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional, Jakarta (FISIP Unas).
              Sejak usia sepuluh tahun, ia disibukkan dengan berbagai kegiatana
              kesenian seperti bermain teater dan musik di Sanggar Anak Akar. Pada
              2013, ia menjadi salah satu pengurus Sanggar Anak Akar dan sejak
              2017 ia menjadi Koordinator Harian Sanggar Anak Akar.


              Heri Budiman (l. Indragiri Hulu, 1971) adalah seorang aktivis seni dan
              sempat mengajar di Fakultas Komunikasi Universitas Muhammadiyah
              Riau dan Universitas Islam Riau. Pada 2011, ia mendirikan Rumah
              Budaya Sikukeluang, organisasi nirlaba untuk mendukung kemajuan
   413   414   415   416   417   418   419   420   421   422   423