Page 56 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 56

Hari ini, permainan yang bisa kita unduh ke gawai kita menawarkan
              berbagai tema dan alur cerita. Ada yang bertema fiksi ilmiah, yang   35
              menghadirkan robot-robot dan pertempuran luar angkasa. Ada pula
              yang bertema fantasi, yang menghadirkan negeri-negeri dongeng.
              Beberapa permainan memiliki pendekatan realita (baik dari segi visual
              maupun interaksi dan situasi yang dihadirkan), sementara sebagian
              yang lain lebih fantastis dan mereduksi kompleksitas yang ada di
               Untuk dibaca bersama
              dunia nyata. Baik karya-karya fiksi ilmiah maupun karya fiksi yang
              bertema dunia fantasi/legenda sarat interpretasi. Karya-karya fiksi
              tentu tidak bertujuan mendeskripsikan alam atau dunia kenyataan
              secara akurat seperti yang dilakukan sains. Dalam hal ini, fiksi
              beroperasi seperti halnya seni.


              Jika kita kaitkan dengan tema dan latar permainan yang populer
              di hari ini, dunia seni lebih mirip dengan dunia fantasi yang berisi
              perjalanan kepahlawanan dan petualangan daripada latar fiksi ilmiah.
              Hal ini lebih mengacu pada kondisi sosial dan struktur lembaga yang
              melatari permainan. Berbeda dengan permainan berlatar fiksi ilmiah
              yang umumnya menggambarkan kelompok-kelompok negara atau
              bahkan federasi planet-planet, permainan berlatar dunia fantasi lebih
              sering merekonstruksikan geo-politik antarnegara-kota di dunia nyata.


              Di latar dunia fantasi, kota menjadi pusat situasi sosial dan identitas
              para pemainnya. Lihat saja rivalitas antara Winterfell dengan King’s
              Landing dalam A Game of Thrones (G.R.R. Martin, 1996). Kita juga
              bisa melihat betapa sentralnya posisi kota-kota seperti Rivendell
              dan Minas Tirith terhadap narasi cerita dalam trilogi The Lord of the
              Rings (J.R.R. Tolkien, 1954-1955). Seperti halnya dunia fantasi, latar
              utama dari dunia seni juga beroperasi di tingkat kota. Hal ini tampak
              pada identifikasi para seniman pada kota tertentu dan nama-nama
              kota yang biasa disematkan di ajang biennale-biennale besar atau
              waralaba art fair terkenal.







 Permainan Dunia Seni; Permainan: Antara Realita dan Metafora      Doni Ahmad
   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61