Page 57 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 57

36  Seni, seperti halnya dunia fantasi, tidak harus diapresiasi berdasarkan
             kemampuan aplikasinya. Parameter kesuksesan sebuah karya seni
             tidak harus bergantung pada seberapa dekat karya tersebut dengan
             ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia nyata. Seni bisa memukau
             dengan cara-cara yang lebih halus dan samar tanpa mengandalkan
             deskripsi atau penjabaran berdasarkan dukungan teori ilmiah. Hal
             ini mirip dengan kehadiran unsur magis dan spiritual pada narasi-
               Untuk dibaca bersama
             narasi berlatar fantasi. Bahkan, prinsip-prinsip dan cara dunia seni
             beroperasi di dunia nyata pun tidak selalu jelas dan tampak samar
             bila dibandingkan dengan cara dunia sains beroperasi.


             Pedagogi dan Interaksi
             Pedagogi yang muncul dan melembaga di dunia seni pada mulanya
             berkembang sebagai pengajaran teknik untuk menghasilkan karya.
             Kini, akademi seni juga memberi informasi mengenai sejarah, teori-
             teori budaya dan kondisi terkini dunia seni kepada peserta didiknya.
             Jika kita menggunakan analogi permainan berlatar dunia fantasi,
             pedagogi menjadi sarana transfer ilmu dari mentor kepada calon
             pahlawan yang akan memulai perjalanannya. Pada sistem pedagogi
             yang sudah lama melembaga, apa yang ditransfer tidak hanya ilmu
             atau teknik semata; akademi juga membentuk sikap, perilaku dan cara
             berinteraksi di dunia seni itu sendiri.


             Hal ini khususnya bisa kita lihat pada akademi seni konvensional, yang
             bekerja dengan aturan tetap dan diketahui oleh semua pesertanya.
             Pola pengajaran akademi seni lebih mengedepankan penilaian
             individu sehingga dalam beberapa hal utama (seperti ujian teori), kerja
             kolektif akan dipandang negatif. Sebagaimana kompetisi, akademi seni
             juga memiliki rentang waktu terbatas (ada batas waktu kelulusan),
             poin penilaian (IPK), dan pemeringkatan untuk menentukan prestasi.
             Jadi, tidak begitu mengherankan jika didikan akademi seni di
             Indonesia terbiasa kompetitif ketika berkarir sebagai seniman.


             Hal ini mirip dengan pola permainan PVP yang para pemainnya bersaing
             memperebutkan sumber daya terbatas. Di dunia seni, sumber daya

             Permainan Dunia Seni; Permainan: Antara Realita dan Metafora
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62