Page 301 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 301
280 Rahmat: Kebayang, dari sini bisa ke Pekanbaru, terus mampir ke Jawa
atau yang lainnya; berbagi sumber daya, terus program-program yang
bisa dikerjakan bersama.
Ajeng: Nisa, Ama dan Ade, mungkin? Ade ilang, nih? Tapi, mungkin
Ama atau Nisa bisa singkat aja?
Untuk dibaca bersama
Ama: Menyadari betul, karena aku, kan, tinggalnya di ruang kolektif itu
sendiri, ya. Ada banyak hal yang memang kadang-kadang energi kita
harus ditambal-tambal untuk merawat ruang, untuk memikirkan kerja
yang sebenarnya bikin kita bertanya-tanya, “ini apa, ya?” Dan di ruang-
ruang seperti ini, itu jadi penting buat kita tahu bahwa setiap wilayah
punya peta kerja dan perjuangan yang berbeda-beda. Beberapa tahun
belakangan aku merasa ada inisiasi temu kolektif dan efeknya bukan
personal, tapi buat banyak orang. Jadi, itu penting.
Ajeng: Thank you, Ama! Nisa baru aja japri batre hape-nya habis. Jadi,
mungkin dia bakal japri gue. Ade mungkin bisa kasih respons atau
jawaban singkat aja, De? Ade freeze apa kita yang freeze, ya?
Ade: Sorry. Tadi sempat jelek koneksinya. Iya. Menurutku, kita tidak
bisa sendiri, tidak bisa asyik sendiri—tentu saja kita belajar dengan
komunitas lain yang punya kesempatan dan kapabilitas yang berbeda-
beda juga dan bisa membuat kita kaya bersama-sama, baik kaya
hati maupun kaya harta. Hahaha! Dan, bisa berbuat lebih agresif
lagi dengan apa yang ada di FIXER ini. Apalagi, teman-teman sangat
berpengalaman dengan konteksnya di daerah masing-masing,
membuat kita bersemangat, sih. Buat sesuatu yang asyik.
Leonhard Bartolomeus: Mungkin dari obrolan yang terjadi tadi,
alih-alih membayangkan masa depan, mungkin sebaiknya kita
membayangkan kerja kolektif ini sebagai metode atau strategi
bertahan yang bisa dilakukan di masa sekarang—karena sifat kolektif
ini sendiri. Tadi, kan sebenernya ada Ruang MES 56, atau Hysteria,
udah menyebut beberapa sample yang berubah bentuk gitu, ya, yang
Sekarang atau Sepuluh Tahun Lagi?

