Page 305 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 305

284           agaimana sebuah kolektif seni bisa bertahan dan
                       berkembang di kota-kota yang ekosistemnya blangsak?
                       Itulah pertanyaan yang paling sering kami terima,
             B terutama sebagai kolektif visual maupun hub yang aktif
             16 tahun terakhir ini di Semarang. Ditilik secara luasan, jumlah
             penduduk dan supply anak muda yang belajar, kota ini sebenarnya
             punya potensi besar. Nyatanya, dalam medan kebudayaan,
               Untuk dibaca bersama
             terutama diskursus seni rupa kontemporer, Semarang tak beda
             jauh dengan kota macam Rembang, Cirebon, Pasuruan, dan kota-
             kota kecil lain: hanya masuk dalam tataran statistik belaka. Kita
             bisa berdebat panjang pada paragraf pertama ini yang didominasi
             klaim dan bukannya penyajian data yang meyakinkan. Tapi,
             percayalah, berdebat soal data hanya mengingatkan kita pada
             betapa petani di Rembang dianggap bodoh karena tidak baca
             Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) ketika ambisi
             pabrik semen, dengan segala pembenarannya, ditanam di sawah-
             sawah mereka. Namun, tulisan ini tidak akan menyoroti banyak
             soal data dan klaim tersebut, melainkan berbagi saja bagaimana
             kondisi inilah yang membuat Hysteria mempunyai manifestonya
             sendiri, yang barangkali kota-kota dengan ekosistem sama akan
             lebih merasa relate dengan kondisi ini sekaligus berbagi strategi
             survival, alih-alih mengambil pola yang dianggap mapan di kota
             yang infrastrukturnya dianggap stabil juga.

             Berikut Manifesto Tulang Lunak Bandeng Juwana:


             Turuti Pasar
             Jangan pernah percaya bahwa pasar bisa diciptakan. Sejak awal, pasar
             sudah ada. Masalahnya, apakah itu pasar arus utama atau alternatif,
             dan apakah kita berhasil mengidentifikasi dan memasuki lingkaran
             pertukaran tersebut?

             Dalam praktik yang dilakoni Hysteria, percaya bahwa pasar bisa
             diciptakan itu jadi jebakan sendiri, seolah pasar tumbuh dari
             kekosongan. Inovasi bisa diterima lebih baik jika mempunyai pijakan

             Manifesto Seni Tulang Lunak Bandeng Juwana
   300   301   302   303   304   305   306   307   308   309   310