Page 296 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 296

Adin: Aku masuk karena mau pamit duluan. Aku justru mau tanya, apa
              yang diinginkan FIXER tahun ini? Itu krusial. Tujuannya apa, sih, kira-  275
              kira? Apakah ini akan menjadi kelompok pressure group atau kelompok
              database doang? Penting itu. Kalau mau berlanjut, mah, kita berlanjut-
              lanjut aja. Mau diajakin berjejaring, kita ikut aja. Kesenian itu, kan,
              sesuatu yang kita keluhkan tetapi kita kerjakan terus-menerus. Itu toxic
              relationship, sebenarnya. Nah, justru sekarang pertanyaannya, FIXER
               Untuk dibaca bersama
              mau apa? Dengan potensi ini semua, dengan posisi strategis yang
              dimiliki ruangrupa, dengan teman-teman yang di Jakarta, setidaknya
              bisa kalau ngomong sustainability.


              Ajeng: FIXER sendiri, bahkan dari 2010 itu keinginannya bukan cuma
              memetakan kolektif-kolektif di Indonesia, tapi juga bisa bikin satu
              gerakan atau platform. Tapi, memang tidak berlanjut setelah 2010.
              Setelah pamerannya kelar, lalu tidak ada kelanjutannya. Berangkat
              dari situ juga yang mau kita coba di FIXER kali ini. Salah satunya,
              dengan melanjutkan riset dan pembacaan kembali dengan melakukan
              proses ngobrol, untuk mengetahui lebih jauh lagi dengan kawan-
              kawan semuanya, “apa, sih, yang kita butuhkan dan bisa kita bagi dari
              masing-masing?” Inginnya, sih, bisa jadi satu platform buat kita saling
              berbagi potensi dan sumber daya yang dimiliki masing-masing. Kurang
              lebih seperti itu.


              Adin: Saya pamit dulu, ya! Sampai ketemu, ya! Aku harus keluar dulu.

              Ajeng: Mungkin yang lain bisa berbagi juga? Ada dua aspek; pertama,
              krusialnya apa? Terus, yang idealnya menurut masing-masing kerja
              kolektif ini di masa depan. Silakan, Mas Anang kayaknya, nih. Gimana
              Mas Anang, yang terlibat sejak awal sampai saat ini di Ruang MES 56?


              Anang: Pertanyaannya cukup sulit, menurutku. Tapi, setidaknya,
              yang paling krusial itu adalah ada di sisi internal dan eksternal. Di
              sisi internal adalah bagaimana kapasitas kami semakin bertambah.
              Artinya, kapasitas itu secara wawasan, skill—mau enggak mau harus



                                                                 Ajeng Nurul Aini
   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300   301