Page 31 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 31

10  mengajukan protes dan keberatan mereka pun diterima. Dengan
             uang ganti rugi tersebut, Sanggar Anak Akar bisa membeli lahan
             baru, beberapa kilometer dari rumah lama mereka, yang bisa
             dikatakan lebih luas dari rumah lama mereka.


             Kerjasama antara pemerintah dan kolektif seni di sini tentu saja tidak
             terjadi begitu saja. Rupanya ini buah dari sebuah kerja yang lama. Di
               Untuk dibaca bersama
             sini ada faktor upaya dari para pelaku seni budaya (yang juga sebagian
             besarnya merupakan bagian dari kolektif) untuk mengintervensi
             pemerintahan dengan masuk ke dalam sistem, lalu mempengaruhi
             kebijakan-kebijakan pemerintah dari dalam. Pada yang terakhir,
             menurut Marintan Sirait (pendiri Jendela Ide), merupakan sebuah
             upaya penting dan harus dilakukan saat ini untuk merebut ruang-ruang
             publik. Pendapat ini diartikulasikan melalui kerja-kerja individu di
             Jendela Ide sendiri, yang terus mengawal kebijakan seni budaya pada
             konteks pemerintahan Kota Bandung maupun Jawa Barat.


             Perlu menjadi catatan bahwa dalam hal ini bukan berarti pemerintah
             melunak, lantas memberi ruang lebih luas pada kolektif seni. Asumsi
             kami, apa yang terjadi saat ini adalah hasil dari sebuah kerja panjang
             para aktivis budaya maupun politik, yang kerap bersinggungan dalam
             kerja-kerja mereka, semenjak upaya menggulingkan Orde Baru, yang
             lantas membawa Indonesia pada era Reformasi. Era ini bisa dilihat
             sebagai sebuah ruang publik baru di mana terjadi pertarungan
             pelbagai kepentingan. Apa yang dihadapi oleh kolektif seni maupun
             dunia seni budaya secara umum sebagaimana yang dielaborasi di
             atas adalah hasil dari upaya perebutan ruang publik baru itu, dengan
             pelbagai bentuk kerja perebutannya.  Mau tak mau, pekerja seni
                                             9
             budaya juga mesti melihat politik praktis sebagai ajang perebutan itu.








             9  Fenomena yang demikian ini tidak luput pula dari perhatian Nuraini Juliastuti. Dalam tulisannya di
             buku ini, ia menyinggung sepintas perihal ini. Lih. Nuraini Juliastuti, “Seni Hidup: Praktik Eksperimen
             Strategi Pertahanan Hidup Mandiri dalam Ruang Seni Budaya Independen,” dalam buku ini (hlm.309).
             Pada Air-Tanah yang Sama, Musim Berbeda: Perihal Kemunculan Kolektif Seni dalam Pembahasan FIXER 2021
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36