Page 28 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 28
Nama Kolektif Tahun Berdiri Lokasi 7
Gudskul Ekosistem 2018 Jakarta
Rakarsa 2018 Bandung, Jawa Barat
Omah Balong 2019 Kuningan, Jawa Barat
SIKU Ruang Terpadu 2019 Makassar, Sulawesi Selatan
Untuk dibaca bersama
Dari 32 kolektif era Reformasi Kini yang dibaca dalam FIXER 2021,
di Jawa ada 15 kolektif baru. Sementara itu, tiga kolektif muncul di
Sumatera, dua di Bali, tiga di Kalimantan, dua di Papua dan empat di
Nusa Tenggara Timur. Angka-angka itu tentu saja bukan menunjukkan
secara persis jumlah kolektif seni yang muncul di wilayah-wilayah
tersebut. Namun, angka-angka itu bisa menggambarkan fenomena
kemunculan kolektif seni di Indonesia pada periode dimaksud.
Meski pun perlu didukung dengan data yang lebih terperinci, bisa
dikatakan bahwa dengan diadakannya pembacaan dan pameran
FIXER 2010, pewacanaan perihal kerja kolektif dan berkolektif di
ranah seni rupa kontemporer Indonesia mulai mengemuka. Dengan
begitu, bisa jadi pewacanaan ini mendorong lebih banyak lagi
seniman atau pun mereka-mereka yang bekerja di disiplin lain untuk
memperhatikan bentuk kerja kolektif di ranah seni. Jika dilihat dari
ketersebarannya, bisa dikatakan bahwa cara kerja kolektif sebagai
sebuah metode di dalam kerja seni budaya (atau memanfaatkan seni
budaya sebagai strategi untuk menghadapi masalah lainnya) mulai
tersebar merata di seluruh Indonesia. 7
Keriuhan kemunculan kolektif seni pada era Reformasi Kini sedikit
banyak dipengaruhi oleh dua faktor yakni pertama, perubahan sosio-
politik di pemerintahan mau pun, kedua, perubahan di lini swasta.
7 Pameran FIXER: “Pameran Ruang Alternatif dan Kelompok Seni Rupa di Indonesia,” yang
diselenggarakan di North Art Space, Ancol, Jakarta Utara. Lih. Hendro Wiyanto, “Aktivisme tanpa
Nama: Aktivisme dan Kolektivisme,” dalam buku ini (hlm. 105-133).
Berto Tukan

