Page 36 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 36

Nama Kolektif          Tahun Berdiri  Lokasi                   15

               Komunitas Taboo            2007     Bandung, Jawa Barat

               Omuniuum                   2007     Bandung, Jawa Barat

               Pasirputih                 2009     Lombok Utara, NTB

               Untuk dibaca bersama
               TUDGAM                     2009     Kuningan, Jawa Barat

               Gardu House                2010     Jakarta

               Rumah Budaya               2010     Pekanbaru, Riau
               Sikukeluang


              Yang menarik, pada era ini mulai tumbuh kolektif-kolektif seni di
              luar Pulau Jawa. Tikar Pandan muncul di Banda Aceh, lantas Rumah
              Budaya Sikukeluang di Pekanbaru dan Pasirputih di Lombok Utara.
              Sejauh pembacaan dan data yang dikumpulkan melalui obrolan
              dengan teman-teman dari kolektif-kolektif tersebut, kita bisa
              menemukan beragam alasan kehadiran dari ketiganya.


              Tikar Pandan muncul lantaran perhatian kepada kegiatan seni dan
              budaya untuk remaja dan kolektif semakin menguat pasca Tsunami
              Aceh.  Sementara Rumah Budaya Sikukeluang, yang muncul pada
                   11
              2010, sebetulnya berangkat dari sebuah inisiatif yang sudah ada sejak
              2004. Beberapa seniman yang bergerak di ranah seni kontemporer dan
              non Melayu di Pekanbaru berinisiatif untuk membentuk sebuah ruang
              khusus sebagai wadah seni non-Melayu atau Melayu kontemporer di
              Pekanbaru karena pusat seni di sana ketika itu lebih mementingkan
              seni atau budaya Melayu. Setelah berjalan sebagai ruang untuk
              seniman yang bekerja di dalam konteks yang demikian, kelompok
              tersebut lantas mengubah dirinya menjadi Rumah Budaya Sikukeluang
              ketika terjadi bencana asap yang besar di Pekanbaru.  Para seniman
                                                           12


              11  Lih. Putra Hidayatullah, “Dari Tikar Pandan untuk FIXER,” dalam buku ini (hlm. 61).
              12  Sebagaimana diutarakan Heri Budiman dalam diskusi bersama Hilmar Farid di tayangan Asli Indonesia,
              Edisi Hutan. Ditayangkan di TVRI Nasional, 19 Oktober 2020, 19.00-20.00 WIB.
                                                                   Berto Tukan
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41