Page 26 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 26
Hal ini tampak pada pembacaan dari Ade Darmawan dan Agung 5
Hujatnika ketika membahas kemunculan kolektif seni pasca Reformasi
1998; keduanya sepakat menempatkan terbukanya kebebasan
berekspresi pasca Orde Baru sebagai salah satu faktor penting di
dalam kemunculan kolektif-kolektif era 2000-an awal. Hal ini akan
tampak jelas ketika kita melihat bahwa latar kemunculan kolektif
seni di dalam pembacaan FIXER 2021 ini jika tidak, pertama, alasan
SkolMustuk dibaca bersama
bekerja-belajar bersama masyarakat, maka, kedua, memproblematisir
medan sosial seni, atau, ketiga, memperluas akses masyarakat
terhadap seni budaya.
Di dalam pembacaan ini, kami membagi tiga periodisasi kemunculan
kolektif seni dengan latar sosio-politik tersebut, yakni kolektif seni era
Reformasi Kini (2010-2020), kolektif seni era Reformasi Awal (2000-
2010), dan kolektif seni era Orde Baru. Sebagaimana yang disebutkan
sebelumnya, keriuhan kemunculan kolektif seni di Indonesia
menampak pada era Reformasi Kini, sebagaimana bisa dilihat pada
tabel di bawah ini:
Nama Kolektif Tahun Berdiri Lokasi
Ace House Collective 2011 Yogyakarta
Gubuak Kopi 2011 Solok, Sumatera Barat
Serbuk Kayu 2011 Surabaya, Jawa Timur
Un 2011 Kupang, NTT
2011
Surabaya, Jawa Timur
Waft Lab
Grafis Huru Hara 2012 Jakarta
Lifepatch 2012 Yogyakarta
Kampung Segart 2013 Jakarta
Cata Odata 2014 Ubud, Bali
Berto Tukan

