Page 39 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 39

18  selalu dalam wujud yang sama; bisa beralih wujud. Siklus kolektif ini
             bisa dilihat seperti, dan memang meminjam dari, apa yang kita tahu
             dari ilmu alam, yaitu rantai makanan atau siklus perjalanan hujan.  Di
                                                                     14
             dalam konteks itu, beberapa kolektif seni yang dibaca di FIXER 2021,
             yang juga mengambil data dari pembacaan FIXER 2010, mengalami
             perubahan-perubahan tersebut. Namun demikian, ada beberapa
             kecenderungan: Pertama, ada kolektif yang berubah nama, sekaligus
               Untuk dibaca bersama
             berubah konsentrasi kerja; Kedua, terbentuknya meta-kolektif;
             Ketiga, aktivitas dari kolektif yang dimaksud sudah terhenti atau bisa
             dikatakan kolektif tersebut sudah bubar, tetapi platform atau nama
             dari kolektif tersebut boleh digunakan oleh pihak lain asalkan tetap di
             dalam semangat yang sama; Keempat, terbentuk kolektif lain sebagai
             lanjutan atau perkembangan ide gagasan dari kolektif sebelumnya.


             Untuk yang pertama, bisa kita lihat beberapa sebagai contoh,
             yakni Sinau Art, yang sebelumnya bernama Gardu Unik. Sinau Art
             sebelumnya adalah nama salah satu program dari Gardu Unik. Di
             dalam perkembangannya, justru program tersebut menjadi nama dari
             kolektif. Di Jakarta, Sanggar Anak Akar bercikal bakal pada 1980-an
             dari program Biro Advokasi Anak, Institut Sosial Jakarta.  Apa yang
                                                             15
             dialami Sanggar Anak Akar sama dengan apa yang dialami TROTOARt
             yang sudah digambarkan di atas. Metamorfosa demikian banyak juga
             terjadi pada kolektif dan ruang alternatif yang dibaca pada FIXER 2010.
             Sebut saja Malang Meeting Point, yang berubah nama menjadi Panna
             Foto Institute. Selain berubah nama, mereka juga berpindah kota.
             Sementara itu, Maros Visual Culture Initiative (Jakarta) sudah bubar.
             Namun, salah satu aktivisnya melanjutkan gagasan kolektif tersebut di
             dalam bentuk yang lebih kecil, yakni Friday Art Design Session. Begitu
             juga dengan Byar Creative Industry (Semarang), yang kini berganti
             nama menjadi White Camp.




             14  Ia tak akan pernah putus. Misalnya, manusia memakan tumbuhan dan hewan, sisa dari makanan
             manusia dikonsumsi tumbuhan dan tumbuhan dikonsumsi hewan, dan lantas manusia kembali
             mengkonsumsi hewan dan tumbuhan. Atau, siklus kolektif juga bisa dianalogikan dengan perjalanan
             siklus hujan.
             15  Katalog Jakarta Biennale, Siasat (2013), hlm. 83.
             Pada Air-Tanah yang Sama, Musim Berbeda: Perihal Kemunculan Kolektif Seni dalam Pembahasan FIXER 2021
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44