Page 38 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 38

berdirinya TROTOARt Bumiayu, Jawa Tengah pada 2018. Melihat     17
              sejarah TROTOARt yang demikian maka bisa dikatakan bahwa kolektif
              ini sudah mengecap pahit getir dunia seni-budaya Jakarta dan
              Indonesia umumnya, sejak era Orde Baru pertengahan.


              Kolektif yang muncul pada era Orde Baru yang kami baca pada FIXER
              2021 adalah Jendela Ide (Bandung, 1995), Sanggar Anak Akar (Jakarta,
               Untuk dibaca bersama
              1994), Taring Padi (Yogyakarta, 1998), KUNCI Study Forum & Collective
              (Yogyakarta, 1999) dan HONF (Yogyakarta, 1999). Dari sana tampaklah
              bahwa pada era Orde Baru kolektif seni yang muncul masih berkutat
              pada tiga kota usual suspect dari seni kontemporer atau bahkan seni
              rupa modern itu sendiri, yakni poros Jakarta, Bandung, Yogyakarta.
              Perlu ditekankan bahwa pada bagian ini FIXER 2021 hanya membaca
              kolektif seni yang aktif ketika riset ini dilaksanakan. Kita akan coba
              masuk ke perihal itu di bagian berikutnya.

              Perihal Siklus Kolektif Seni
              Sebagai sebuah organisasi, tentunya setiap kolektif kerap mengalami
              jatuh bangunnya sendiri-sendiri. Kerap pula mereka bermetamorfosa
              ke dalam bentuk-bentuk lain. Hal ini kerap disebut dengan siklus
              sebuah kolektif. Di dalam konteks siklus, usia sebuah kolektif mesti
              dilihat di dalam konteks yang lebih luas; bagaimana kolektif seni
              bermetamorfosa? Bagaimana perjalanan ide para anggotanya, baik
              sebelum ‘bergabung’ atau ‘membentuk’ sebuah kolektif, atau setelah
              ‘meninggalkan’ atau ‘bubarnya’ sebuah kolektif? Semua kolektif
              pastinya akan atau sudah mengalami siklus hidup tertentu (karena
              sebuah kolektif pastinya tidak muncul dari ruang hampa). Ada sejarah
              yang dibawa oleh para anggotanya. Ada situasi tertentu dalam konteks
              lokal maupun global yang melingkupi kemunculan sebuah kolektif.


              Perihal siklus kolektif mengandaikan bahwa kerja kolektif itu tak
              mengalami habis sudah. Kolektif seni akan terus bermetamorfosa;
              sebentar senyap, lalu ramai lagi, sebentar pasif, lalu kembali aktif. Ia
              tidak selalu hanya di satu tempat saja; bisa berpindah tempat. Ia tidak



                                                                   Berto Tukan
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43