Page 365 - Buku Mengeja FIXER 2021_Untuk dibaca bersama
P. 365

344  Tentu saja tantangan dan halangan menyelimuti langkah kecil
             koperasi Rakarsa. Tantangan terbesarnya adalah: Pemahaman
             mengenai kerja koperasi. Koperasi bukan sekadar bekerja bersama,
             arisan, atau menabung bersama. Dibutuhkan setidaknya pemahaman
             akan kesepakatan dan cara kerja dari prinsip usaha koperasi.
             Menerapkan sistematika baru berkolektif ternyata membutuhkan
             penyesuaian yang cukup lama, baik bagi pengurus maupun anggota.
               Untuk dibaca bersama
             Para pengurus masih meraba-raba sembari belajar mengelola
             sebuah organisasi koperasi. Hal itu juga dialami oleh para anggota.
             Mereka juga masih sulit memetakan peran dan fungsi koperasi yang
             dijalankan oleh Rakarsa, pun masih kesulitan untuk memetakan
             kadar partisipasi dan komitmen yang seharusnya mereka berikan.
             Dalam praktiknya di lapangan, penulis cukup sering bertemu dengan
             anggota koperasi lain yang mempertanyakan keberlanjutan Rakarsa
             sebagai koperasi, karena banyak dari anggota merasa tidak bisa
             menemukan celah untuk berpartisipasi. Beberapa anggota merasakan
             bahwa tanggung jawab mereka hanya sekadar membayar iuran dan
             menagih hak saat pembagian SHU. Hal ini menyebabkan mereka
             menganggap bahwa Rakarsa terlihat tidak memiliki fungsi sebagai
             sebuah kolektif, atau bisa dibilang tidak berfungsi seperti kolektif seni
             yang umum diketahui.


             Minimnya jumlah rapat anggota yang telah terlaksana sejak
             diinisiasi pada 2018 lalu juga membuat Rakarsa dianggap sulit
             mengkomunikasikan kerja dan dampaknya pada anggota. Pengurus
             mencoba mengatasi hambatan komunikasi melalui berbagai cara
             publikasi. Di tengah jalan, para pengurus pun menyadari bahwa
             “kolektivitas” yang berusaha dibangun tetap harus didukung dengan
             cara-cara non-kolektif; pendekatan personal merupakan langkah
             yang lebih efektif untuk mendapatkan aspirasi anggota. Hal ini juga
             berkaitan dengan aktivitas para anggota yang memiliki karier dan
             praktik artistik yang berbeda-beda.







             Evaluasi Prematur: Koperasi Sebagai Model Kerja Kolektif di Bandung
   360   361   362   363   364   365   366   367   368   369   370